Kenali Heatstroke dan Heat Exhaustion

  • 30 Jun 2026 17:22 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga - Cuaca panas ekstrem meningkatkan risiko heatstroke dan heat exhaustion pada tubuh. Kondisi tersebut dapat mengancam kesehatan jika tidak segera dikenali dan ditangani.

Heat exhaustion merupakan kelelahan akibat paparan panas berlebihan yang masih memungkinkan tubuh mengeluarkan keringat. Sementara itu, heatstroke terjadi ketika suhu tubuh meningkat drastis hingga mengganggu fungsi organ vital.

Gejala heat exhaustion meliputi kram otot, pusing, sakit kepala, mual, dan tubuh berkeringat deras. Kulit penderita biasanya terasa dingin, pucat, serta lembap akibat kehilangan banyak cairan.

Pada heatstroke, suhu tubuh dapat melebihi 40 derajat Celsius dengan perubahan kondisi mental. Penderita dapat mengalami kebingungan, kejang, hingga kehilangan kesadaran apabila terlambat mendapatkan pertolongan.

Novelia, pendengar Pro 2 pada acara SPADA, 30 Juni 2026, mengaku pernah mengalami kondisi tubuh yang melemah saat beraktivitas di bawah terik matahari. "Waktu itu saya mengikuti kegiatan luar ruangan hampir seharian, kepala terasa pusing, badan sangat lemas, dan keringat terus mengucur," katanya.

Novelia menuturkan dirinya segera berteduh, minum air putih, dan beristirahat hingga kondisi tubuh membaik. Menurutnya, pengalaman tersebut mengajarkannya untuk tidak memaksakan diri beraktivitas saat cuaca sangat panas dan selalu membawa air minum.

Penanganan awal dapat dilakukan dengan memindahkan penderita ke tempat yang lebih sejuk dan melonggarkan pakaian. Kompres dingin pada leher, ketiak, serta selangkangan membantu mempercepat penurunan suhu tubuh.

Korban yang masih sadar dapat diberikan air putih sedikit demi sedikit untuk mencegah dehidrasi. Namun, penderita yang mengalami penurunan kesadaran harus segera mendapatkan pertolongan medis.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....