Mengenal Emotional Numbness, ketika Otak Memilih Mati Rasa akibat Lelah Mental
- 17 Jun 2026 12:35 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga – Mengalami kesedihan atau kekecewaan yang mendalam adalah hal yang lumrah dalam kehidupan setiap manusia. Namun, terkadang seseorang justru bisa berada di titik tidak mampu merasakan emosi sama sekali.
Kondisi psikologis di mana seseorang merasa hampa dan mati rasa secara emosional dikenal sebagai emotional numbness. Fase ini sebenarnya merupakan bentuk mekanisme pertahanan diri otomatis yang dilakukan oleh sistem otak kita.
Saat seseorang terpapar tekanan mental bertubi-tubi, otak akan merasa sangat kewalahan menerima beban tersebut. Sebagai perlindungan darurat, otak sengaja membekukan respons emosional agar benteng pertahanan mental tidak runtuh.
Akibat hilangnya respons tersebut, individu terkait akan merasa terputus dari emosi sendiri maupun lingkungan sekitar. Fase kekosongan jiwa ini rupanya pernah dialami langsung oleh pendengar Pro 2 Stella.
Melalui program siaran Jaga Malam pada Sabtu, 13 Juni 2026, ia menceritakan kisah masa lalunya. Akibat tekanan pekerjaan dan masalah personal yang datang bersamaan, ia sempat berada di kondisi hampa.
"Dalam satu bulan itu aku pernah mengalami banyak tekanan atau masalah, masalah baik itu masalah keluarga ataupun masalah di tempat kerja, tapi anehnya saya tidak bisa menangis," ujar Stella. Ia awalnya mengira dirinya tegar, namun ternyata itu adalah tanda bahwa mentalnya sudah terlalu lelah.
Untuk membantu memulihkan kondisi ini, seseorang tidak boleh memaksakan diri untuk langsung merasa bahagia kembali. Langkah awal yang paling sehat adalah dengan menerima dan mengakui bahwa diri sedang lelah mental.
Kamu bisa mulai melakukan langkah kecil seperti rutin menulis jurnal harian atau berolahraga ringan. Melatih fokus pada momen saat ini melalui teknik grounding panca indra juga sangat membantu pemulihan.
Namun, jika kondisi mati rasa ini berlangsung berminggu-minggu, penanganan mandiri tentu tidak akan cukup. Kamu sangat disarankan untuk segera mencari bantuan profesional seperti psikolog guna mengurai akar masalahnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....