Sering Disalahkan, Benarkah Daging Kambing Pemicu Hipertensi?

  • 28 Mei 2026 09:16 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga —Pernah tidak sih mendengar anggapan kalau makan daging kambing langsung membuat tekanan darah melonjak?Banyak orang akhirnya memilih daging sapi karena dianggap lebih aman. Tapi benarkah demikian, atau selama ini kita hanya percaya pada kebiasaan turun-temurun?

Namun, benarkah daging kambing semenakutkan itu, atau kita cuma kemakan mitos yang beredar turun-temurun saja? Ahli gizi klinik, Hidayati, melalui sambungan telepon di program SPADA pada Rabu, 27 Mei 2026 menegaskan tensi tidak otomatis naik hanya karena makan kambing.

"Tersangka utamanya bukan jenis dagingnya, melainkan porsi makan dan cara masak yang sering keliru," ujarnya. Menurut Hidayati, campuran garam tinggi, santan pekat, serta minyak berlebih dalam olahan itulah yang memicu masalah.

Kalau dibandingkan, ternyata daging kambing tidak selalu lebih “berat” daripada sapi. Dalam beberapa penjelasan kesehatan, kandungan lemak jenuh kambing bahkan disebut lebih rendah dibanding daging sapi tertentu.Namun bukan berarti daging sapi harus dihindari. Keduanya tetap bisa dikonsumsi, selama memilih bagian yang tidak terlalu berlemak dan porsinya tidak berlebihan.

“Kalau ingin tetap menikmati olahan daging, pilih potongan yang minim lemak dan hindari bagian terlalu berlemak. Cara sederhana ini dapat membantu mengurangi asupan lemak jenuh dalam makanan sehari-hari,” ujar Hidayati. Selain itu, imbangi konsumsi daging dengan sayuran dan air putih yang cukup agar pola makan tetap seimbang.

Daripada digoreng berlebihan atau memakai santan pekat, daging bisa diolah menjadi sup, dipanggang, atau ditumis ringan dengan sedikit garam. Pilihan memasak seperti ini biasanya lebih bersahabat bagi tubuh. Agar rasa tetap nikmat, bisa memanfaatkan rempah-rempah dapur sebagai penambah cita rasa alami.

Bagi yang memiliki hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, atau gangguan jantung, mengatur pola makan menjadi hal penting. Artinya bukan tidak boleh makan daging, tetapi perlu lebih berhati-hati dalam memilih menu dan jumlahnya.Kalau muncul keluhan setelah makan terlalu banyak, jangan terburu-buru menyalahkan kambing atau sapi. Bisa jadi tubuh bereaksi karena pola konsumsi yang kurang seimbang.

Jadi, kambing maupun sapi sebenarnya masih bisa dinikmati pengidap hipertensi selama dikonsumsi dengan bijak. Porsi secukupnya, cara memasak sehat, serta pola makan seimbang menjadi kunci utamanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....