Stigma Gender Masih Bayangi Perawat Pria

  • 13 Mei 2026 15:39 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga - Profesi perawat laki-laki masih sering dipandang sebelah mata masyarakat. Sebagian orang menganggap pekerjaan perawat hanya cocok untuk perempuan.

Pandangan tersebut masih ditemukan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Banyak perawat laki-laki bahkan sering dikira sebagai dokter rumah sakit.

Ernes Nainggolan, seorang perawat di rumah sakit swasta, berbagi cerita di acara SPADA Pro 2 RRI Sibolga, Selasa, 12 Mei 2026 dalam rangka memperingati hari Perawat Internasional. Ia mengaku punya pengalaman mengenai stigma itu yang muncul karena pemahaman masyarakat masih terbatas.

“Masih ada yang heran melihat laki-laki bekerja sebagai perawat,” ujar Ernes. Menurutnya, profesi perawat bukan ditentukan berdasarkan jenis kelamin seseorang.

Ernes menjelaskan tugas perawat menuntut kemampuan komunikasi dan kepedulian tinggi. Selain itu, perawat juga harus siap menghadapi kondisi darurat pasien.

Ia mengatakan perawat laki-laki banyak bertugas di ruang IGD dan ICU. Penempatan itu membutuhkan tenaga fisik dan ketenangan menghadapi tekanan kerja.

Sebagian pasien laki-laki juga merasa lebih nyaman berkonsultasi dengan perawat pria. Kondisi tersebut membantu pelayanan kesehatan berjalan lebih efektif dan nyaman.

Ernes menilai stigma terhadap perawat laki-laki mulai berubah perlahan. Banyak anak muda kini bangga memilih jurusan keperawatan sebagai masa depan karier.

Jumlah mahasiswa laki-laki di bidang keperawatan terus mengalami peningkatan. Peluang kerja luas menjadi alasan profesi tersebut semakin diminati generasi muda.

Ernes berharap masyarakat tidak lagi menilai profesi berdasarkan gender. Ia menegaskan kemampuan dan tanggung jawab jauh lebih penting dalam dunia kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....