Penanganan Dini DBD: Cegah Dehidrasi dan Pantau Gejala
- 13 Mei 2026 12:28 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Penanganan dini Demam Berdarah Dengue (DBD) sangat penting dilakukan untuk mencegah kondisi pasien menjadi lebih parah. Upaya utama yang harus diperhatikan masyarakat adalah menjaga cairan tubuh agar tidak mengalami dehidrasi serta melakukan pemantauan gejala secara intensif selama masa demam berlangsung.
Sri Wahyuni, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan kota Sibolga, saat dialog Kentongan Pro 1, Selasa, 12 Mei 2026 menjelaskan hingga saat ini belum ada obat khusus untuk menyembuhkan virus dengue. Karena itu, penanganan awal lebih difokuskan pada perawatan suportif guna membantu kondisi tubuh pasien tetap stabil.
Menurutnya, masyarakat yang mengalami gejala demam tinggi mendadak, nyeri kepala, nyeri otot, mual, hingga muncul bintik merah pada kulit harus segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan agar dapat ditangani lebih cepat dan tepat. “Penanganan dini DBD berfokus pada pencegahan dehidrasi dan pemantauan gejala. Pasien dianjurkan banyak minum cairan seperti air putih, jus, maupun oralit sebanyak 2 hingga 3 liter per hari untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang.”
Ia juga menegaskan pentingnya bed rest atau istirahat total selama masa pemulihan. Kondisi tubuh yang cukup istirahat dinilai dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh dalam melawan infeksi virus dengue. Selain itu, penggunaan obat penurun panas juga perlu diperhatikan.
Sri Wahyuni menyarankan masyarakat menggunakan parasetamol untuk membantu menurunkan demam. Sementara obat-obatan tertentu seperti aspirin dan ibuprofen sebaiknya dihindari karena dapat meningkatkan risiko perdarahan pada pasien DBD.
“Dinas Kesehatan kota Sibolga turut mengimbau masyarakat untuk meningkatkan upaya pencegahan dengan menjaga kebersihan lingkungan. Selain membersihkan lingkungan memberantas sarang nyamuk melalui gerakan 3M juga perlu dilakukan, yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti,” ujar Sri Wahyuni.
Ia berharap masyarakat tidak menganggap remeh gejala demam yang muncul, terutama saat musim penghujan. Dengan penanganan yang cepat dan tepat, risiko komplikasi akibat DBD dapat ditekan sehingga angka kesembuhan pasien semakin meningkat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....