Waspada Doom Scrolling Picu Cemas Pengguna Media Sosial
- 19 Apr 2026 11:41 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Doom Scrolling atau doom surfing merupakan kebiasaan menggulir layar ponsel hingga media sosial secara terus menerus untuk mengonsumsi berita dan konten negatif yang sering ditemukan pada pengguna digital. Aktivitas ini bisa saja dilakukan tanpa disadari, terutama saat seseorang merasa bosan atau ingin mencari informasi terbaru.
Hal ini disampaikan oleh Dr. Jena Rendita seorang psikolog pada program acara Spada, Pro 2 RRI Sibolga pada Minggu, 19 April 2026. Kebiasaan tersebut menimbulkan dampak buruk terhadap kesehatan mental seperti ketakutan, kecemasan, dan stres berlebih melalui konten yang dibaca.
Doom scrolling membuat otak seseorang terus mencerna informasi yang bersifat mengancam atau menegangkan. "Saat yang dilihat konten negatif terus menerus, otak kita akan merespons seolah-olah ancaman itu dekat dan nyata jadi terbawa pikiran membuat stres berlebihan" Ujarnya.
Jika terus terpapar secara berulang dapat memperkuat persepsi bahwa dunia sedang dalam kondisi buruk. Tidak hanya berdampak pada emosi, kebiasaan ini juga mempengaruhi pola tidur.
Banyak pengguna media sosial yang menghabiskan waktu hingga larut malam untuk melihat konten media sosial tanpa henti dan kondisi ini dapat mengganggu ritme sirkadian. "Kurang tidur dapat memperparah kondisi mental, termasuk meningkatkan risiko gangguan kecemasan" Katanya.
Ia juga mengatakan algoritma media sosial turut berkontribusi dalam meningkatkan dampak negatif situasi ini. "Media sosial ini kan sering menampilkan konten serupa dengan yang kita lihat, jadi jika seseorang akses konten negatif maka makin muncul juga konten dengan konteks isi yang sama" Tutupnya.
Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menetapkan jadwal khusus untuk mengakses informasi tertentu dan juga hindari penggunaan ponsel saat waktu tidur tiba. Selain itu, memilih sumber informasi yang kredibel dan seimbang juga menjadi langkah penting.
Kesadaran bahaya doom scrolling perlu ditingkatkan khususnya di era digital ini. Pengguna media sosial diharapkan dapat menjaga kesehatan mentalnya dengan mengelola pola konsumsi informasi secara bijak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....