Waspada Bahaya Gas Karbon Monoksida saat Tidur di dalam Mobil
- 26 Mar 2026 22:44 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga – Kebiasaan beristirahat atau tidur di dalam mobil dengan kondisi mesin dan penyejuk udara (AC) menyala ternyata menyimpan risiko fatal. Ancaman utama yang mengintai bukanlah suhu dingin, melainkan gas karbon monoksida (CO) yang tidak berwarna dan tidak berbau, namun mematikan.
Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai sistem sirkulasi udara di dalam kabin kendaraan sering kali berujung pada kasus keracunan gas buang yang berakibat fatal. Praktisi kesehatan, dr. Ari Putra, menjelaskan bahwa gas CO yang bocor dari sistem pembuangan dapat masuk ke dalam kabin dan terperangkap, terutama saat mobil dalam posisi diam.
"Gas karbon monoksida ini sangat berbahaya karena ia mengikat hemoglobin dalam darah jauh lebih kuat daripada oksigen. Akibatnya, tubuh mengalami kekurangan oksigen secara perlahan tanpa disadari oleh orang yang sedang tidur," ujar dr. Ari Putra melalui telepon di program Acara Sore Ceria pada Kamis, 19 Maret 2026.
Ia menambahkan, gejala awal keracunan sering kali dianggap sebagai kantuk biasa, seperti pusing, mual, dan lemas. Namun, jika terpapar dalam jangka waktu lama di ruang tertutup, korban bisa kehilangan kesadaran hingga mengalami henti napas.
Selain kebocoran gas buang, dr. Ari Putra juga menyoroti pentingnya perawatan komponen kendaraan. "Kebocoran freon, filter AC yang kotor dan menjadi sarang bakteri, hingga penggunaan pengharum mobil berbahan kimia berlebihan juga berkontribusi menurunkan kualitas udara di dalam kabin," tambahnya.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau untuk tidak tidur di dalam mobil dengan mesin menyala, terutama di area parkir tertutup atau basement. Jika terpaksa harus beristirahat di dalam mobil, pengemudi disarankan mematikan mesin dan membuka jendela setidaknya 5–10 sentimeter agar sirkulasi oksigen tetap terjaga.
"Kenyamanan tidak boleh mengorbankan keselamatan. Melakukan servis rutin pada sistem AC dan pembuangan adalah investasi nyawa yang tidak bisa ditawar," tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....