Mitos Kacang Picu Jerawat

  • 23 Mar 2026 21:04 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga - Masyarakat sering mengaitkan konsumsi kacang dengan munculnya jerawat. Apalagi pada saat lebaran, makanan dengan bahan dasar kacang menjadi sajian yang akan selalu ada.

Anggapan ini terus berkembang tanpa didukung pemahaman medis yang tepat. Dokter dr. Fitriyani Ade menjelaskan pada Program Jaga Malam, Senin, 23 Maret 2026, bahwa kacang bukan penyebab utama jerawat.

Ia menyebut jerawat terbentuk akibat pori-pori tersumbat oleh sebum dan sel kulit mati. "Faktor utama justru berasal dari hormon, produksi minyak, dan kebersihan kulit," ujarnya.

Konsumsi kacang sebenarnya tetap aman selama tidak berlebihan dan tidak menimbulkan alergi. Kacang bahkan mengandung nutrisi baik seperti protein, vitamin, dan lemak sehat.

"Mungkin saat Lebaran, pola makan berubah drastis dengan konsumsi makanan manis dan berlemak tinggi. Kondisi ini bisa memicu produksi minyak berlebih yang berpotensi memperparah jerawat," tambahnya.

Selain itu, kurang tidur dan stres selama aktivitas Lebaran juga berpengaruh pada kondisi kulit. Kebiasaan menyentuh wajah dengan tangan kurang bersih turut meningkatkan risiko jerawat.

dr. Fitriyani menyarankan menjaga pola makan seimbang dan memperbanyak konsumsi air putih setiap hari. Membersihkan wajah secara rutin juga penting untuk mencegah penumpukan kotoran pada kulit.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya mitos tanpa dasar ilmiah yang jelas. Edukasi kesehatan kulit perlu terus disebarkan agar masyarakat lebih bijak.

Dengan pemahaman yang tepat, masyarakat dapat menikmati hidangan lebaran tanpa rasa khawatir berlebihan. Perawatan kulit yang baik tetap menjadi kunci utama menjaga kesehatan wajah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....