Risiko Penyakit Akibat Debu Polusi Saat Berkendara
- 23 Jan 2026 07:58 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Program Sibolga Pagi Ini Pro1 RRI Sibolga pada Jumat (23/1/2026) membahas risiko debu polusi. Topik ini menyikapi reesiko penyakit akibat menghirup debu saat berkendara di jalanan, khususnya dikota sibolga yang saat ini sering terjadi.
Rika Diana, yang merupakan tenaga kesehatan di rumah sakit swasta dikota sibolga yang dihubungi melalui telepon selular menjelaskan bahwa debu polusi mengandung partikel halus berbahaya yang mudah masuk ke saluran napas tanpa disadari. Paparan berulang dapat memicu iritasi tenggorokan batuk kering serta peradangan ringan pada jaringan paru secara perlahan bertahap kronis.
Rika menjelaskan risiko asma kambuh meningkat ketika partikel debu terus terhirup selama perjalanan jauh setiap pagi hari kerja. Bronkitis juga dapat muncul akibat peradangan saluran napas berkepanjangan karena paparan polusi kendaraan bermotor di perkotaan padat sibolga.
Ia menyebut infeksi saluran pernapasan atas sering menyerang pengendara yang jarang menggunakan pelindung wajah saat melintas jalan ramai. Debu halus bahkan berpotensi memperburuk alergi hidung dan menyebabkan mata perih kemerahan gatal terus menerus sepanjang hari kerja.
| Baca juga: Kebiasaan Sederhana Memperlambat Penuaan |
Obrolan ini juga membahas pentingnya memakai masker standar saat berkendara melewati kawasan berdebu dan padat kendaraan setiap pagi hari. Pelindung pernapasan membantu menyaring partikel kecil sebelum masuk ke paru serta mengurangi risiko gangguan kesehatan jangka panjang serius.
Rika menganjurkan membersihkan wajah dan hidung setelah perjalanan jauh agar debu tidak menumpuk pada saluran napas bagian dalam. Konsumsi air putih cukup membantu melarutkan kotoran serta menjaga kelembapan jaringan pernapasan tetap sehat sepanjang hari beraktivitas padat.
Ia juga menyarankan memeriksakan kesehatan bila muncul sesak napas atau batuk berkepanjangan setelah sering terpapar polusi jalanan kota. Pemeriksaan dini membantu mencegah komplikasi serius seperti pneumonia dan penurunan fungsi paru perlahan bertahap kronis jangka panjang berbahaya.
Di akhir obrolan rika mengimbau agar pengendara memilih rute yang lebih bersih untuk mengurangi paparan debu dan asap kendaraan bermotor hari. Upaya sederhana ini dinilai efektif menjaga kesehatan pernapasan masyarakat yang beraktivitas tinggi di jalan raya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....