Rabies Penyakit yang Mematikan, Berikut Cara Pencegahannya
- 31 Okt 2025 09:50 WIB
- Sibolga
KBRN, Sibolga: Rabies adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus rabies dan menyerang sistem saraf pusat manusia maupun hewan berdarah panas. Virus ini umumnya ditularkan melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi, terutama anjing, kucing, kera, atau hewan liar lainnya.
Setelah virus masuk ke dalam tubuh, masa inkubasi dapat berlangsung dari beberapa minggu hingga beberapa bulan tergantung pada lokasi gigitan dan jumlah virus yang masuk. Menurut data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, rabies masih menjadi ancaman serius di berbagai daerah.
Setiap tahun, ratusan kasus gigitan hewan rabies dilaporkan, dan sebagian di antaranya menyebabkan kematian karena penanganan yang terlambat. Kasus rabies tidak hanya ditemukan pada hewan liar, tetapi juga pada hewan peliharaan yang tidak divaksinasi.
Data WHO mencatat bahwa sekitar 59.000 orang di seluruh dunia meninggal setiap tahunnya akibat rabies, sebagian besar di Asia dan Afrika. Gejala rabies pada manusia umumnya muncul setelah virus mencapai sistem saraf pusat.
Penderita akan mengalami demam, sakit kepala, serta rasa nyeri atau kesemutan di area bekas gigitan. Seiring waktu, gejala berkembang menjadi gangguan saraf seperti kejang, halusinasi, dan kesulitan menelan atau bernapas.
Dalam tahap akhir, penderita akan mengalami hidrofobia (takut air), agresivitas, dan akhirnya koma hingga meninggal dunia. Untuk mencegah rabies, vaksinasi pada hewan peliharaan menjadi langkah paling penting.
Menurut WHO, vaksin rabies pada hewan terbukti mampu menekan penyebaran penyakit hingga 95 persen di wilayah yang rutin melakukan vaksinasi. Selain itu, masyarakat disarankan untuk menghindari kontak langsung dengan hewan liar atau hewan yang menunjukkan perilaku tidak biasa.
Jika terjadi gigitan, luka harus segera dicuci dengan sabun dan air mengalir selama 15 menit, kemudian disiram dengan antiseptik seperti alkohol 70%. Setelah itu, segera datangi fasilitas kesehatan untuk mendapatkan vaksin anti-rabies (VAR) dan serum anti-rabies (SAR).
Pencegahan rabies tidak hanya bergantung pada upaya medis, tetapi juga kesadaran masyarakat. Pemerintah melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan terus melakukan sosialisasi mengenai pentingnya vaksinasi hewan dan edukasi penanganan gigitan.
Seperti dijelaskan oleh WHO dan Kementerian Kesehatan RI, rabies sebenarnya dapat dieliminasi sepenuhnya jika kolaborasi antara masyarakat, tenaga kesehatan, dan pemerintah dilakukan secara berkesinambungan.
Dengan memahami bahaya rabies dan melakukan langkah pencegahan yang tepat, kita dapat melindungi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan dari penyakit yang mematikan ini. Kesadaran dan tindakan cepat adalah kunci utama dalam upaya memutus rantai penyebaran rabies di Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....