Kencing Berbusa, Ketahui Penyebabnya dari Ringan hingga Serius

  • 28 Des 2024 11:39 WIB
  •  Sibolga

KBRN , Sibolga : Kondisi kencing berbusa yang terjadi sesekali biasanya bukan hal yang serius. Namun, Anda perlu waspada jika kencing berbusa sering terjadi atau disertai gejala lain, seperti pembengkakan tubuh, mual, muntah, atau perubahan warna urine menjadi lebih gelap.Hal ini disampaikan disibolga siang ,Pro 1 RRI Sibolga , Sabtu (29/12/2024).dikutip dari Laman Alodokter.

Urine yang normal biasanya berwarna kuning keemasan, jernih, atau sedikit gelap dengan tekstur encer tanpa gelembung. Namun, dalam beberapa kasus, kencing berbusa dapat terjadi. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari penyakit tertentu hingga efek samping obat-obatan.

Berikut adalah beberapa penyebab kencing berbusa yang perlu diketahui:

Kandung Kemih Penuh Urine
Kandung kemih yang terlalu penuh dapat menyebabkan aliran urine keluar dengan deras, sehingga terbentuk gelembung atau buih di toilet.

Dehidrasi
Kurangnya cairan dalam tubuh atau dehidrasi dapat membuat kadar zat larut dalam urine, seperti gula, garam, atau protein, lebih tinggi dibandingkan air. Hal ini bisa menyebabkan urine tampak berbusa.

Obat-obatan Tertentu
Beberapa obat, seperti phenazopyridine, dapat menyebabkan kencing berbusa. Obat ini sering digunakan untuk mengatasi nyeri akibat infeksi saluran kemih.

Ejakulasi Retrograde
Pada pria, ejakulasi retrograde dapat menyebabkan kencing berbusa. Kondisi ini terjadi ketika air mani masuk kembali ke kandung kemih alih-alih keluar melalui penis saat ejakulasi. Penyebabnya meliputi pembesaran prostat, penggunaan obat tekanan darah tinggi, atau gangguan suasana hati.

Proteinuria atau Ginjal Bocor
Proteinuria terjadi ketika ginjal yang rusak tidak dapat menyaring protein dengan baik, sehingga protein bocor ke urine. Ini merupakan tanda penyakit ginjal kronis yang bisa disebabkan oleh tekanan darah tinggi, diabetes yang tidak terkontrol, atau infeksi ginjal.

Untuk mendiagnosis kondisi ini, dokter akan melakukan tes sampel urine untuk memeriksa kadar protein. Jika rasio albumin terhadap kreatinin (UACR) melebihi 30 mg/g, kemungkinan besar menunjukkan penyakit ginjal.

Cara Mencegah dan Penanganan

Menjaga kesehatan ginjal dapat dilakukan dengan menerapkan gaya hidup sehat, seperti:

  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
  • Rutin berolahraga.
  • Membatasi asupan gula.
  • Memenuhi kebutuhan cairan harian, sekitar 2,5 liter air putih per hari.

Jika Anda mengalami kencing berbusa yang tidak kunjung hilang, terutama disertai gejala seperti urine keruh atau berdarah, mual, muntah, pembengkakan tubuh, dan kelelahan, segera konsultasikan ke dokter.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....