30.000 Komponen, Alasan Mobil Nasional Sulit Lahir

  • 17 Sep 2026 08:55 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga- Dilansir dari MHI Solutions, pada Juni tahun lalu, satu mobil rata-rata tersusun dari lebih 30.000 part. Jumlah itu belum termasuk baut dan sekrup yang mencapai puluhan ribu buah.

‎Dikutip dari Gaikindo dalam Bisnis.com, 9 Juni 2025, Sekretaris Umum Gaikindo saat itu, Kukuh Kumara, menyatakan satu mobil memiliki sekitar 30.000 komponen. Ribuan pabrik terlibat, dan semuanya perlu dibangkitkan bersama.

‎Data Toyota Motor Corporation, 21 Oktober 2024, menunjukkan rantai pasoknya melibatkan sekitar 60.000 pemasok. Toyota hanya bernegosiasi langsung dengan sekitar 400 pemasok tier-1.

‎Contoh sederhana adalah satu lampu utama. Lensanya dibuat tier-2, finishing permukaannya oleh tier-3, dan pelapisnya dari tier-4.

‎Di Indonesia, Toyota bermitra dengan 240 pemasok tier-1 serta 520 pemasok tier-2 dan tier-3. Totalnya 760 perusahaan yang tersebar di berbagai daerah.

‎Direktur Jenderal ILMATE Kemenperin saat itu, Setia Diarta, menyatakan Malaysia butuh 20 tahun agar Proton mandiri. Pada 1991, Proton hanya rebadge Mitsubishi tanpa desain sendiri.

‎Pakar otomotif ITB, Yannes Martinus Pasaribu, menegaskan proyek mobil nasional gagal karena ketergantungan teknologi asing. Intervensi politik juga disebut terlalu mendominasi dibanding fondasi industri yang kuat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....