Radio Jadi Ruang Literasi Hadapi Banjir Informasi Digital
- 09 Sep 2026 05:52 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Radio kembali memiliki ruang strategis untuk membantu masyarakat menyaring informasi di tengah derasnya arus konten digital setiap hari. Kehadiran radio dinilai tetap relevan karena mampu menghadirkan informasi beragam sekaligus mendorong kebiasaan mendengar secara kritis dan berimbang.
Alumni Duta Bahasa Sumatera Utara 2025, Gepri Gulo, menyampaikan pandangan tersebut melalui sambungan telepon selular dalam program Jaga Malam Pro 2 RRI Sibolga, Selasa 8 September 2026. Menurut Gepri, kebiasaan mengonsumsi informasi perlu disertai kemampuan memilih sumber terpercaya agar masyarakat tidak mudah terjebak informasi menyesatkan.
Gepri Gulo menilai algoritma media sosial sering menyajikan konten berdasarkan kebiasaan pengguna, sehingga perspektif yang diterima berpotensi menjadi semakin sempit. Radio dapat menjadi ruang alternatif dengan mempertemukan pendengar pada beragam informasi, sudut pandang, dan pembahasan yang tidak selalu muncul berdasarkan riwayat digital mereka, ujarnya.
Menurutnya, literasi digital tidak berhenti pada kemampuan menggunakan perangkat atau mengakses media sosial, tetapi juga mencakup kecakapan memahami konteks informasi. Kemampuan tersebut penting bagi generasi muda agar mampu membedakan fakta, opini, promosi, dan informasi yang belum terverifikasi sebelum mengambil keputusan.
Radio juga dapat memperkuat budaya literasi melalui program interaktif, dialog bersama narasumber, serta penyampaian informasi yang memberi konteks kepada pendengar. Pola tersebut memungkinkan masyarakat tidak sekadar menerima informasi, tetapi terdorong mempertanyakan sumber, membandingkan keterangan, dan memahami persoalan secara lebih utuh.
Gepri menambahkan, kebiasaan mendengar informasi beragam dapat menjadi langkah sederhana untuk melatih keterbukaan sekaligus membangun sikap kritis menghadapi banjir konten digital. Pendengar tetap perlu membaca sumber lain, memeriksa kebenaran informasi, dan memastikan konteks sebelum membagikannya kepada orang lain, tambahnya.
Di tengah perubahan pola konsumsi media, radio dapat berperan sebagai jembatan antara kebutuhan informasi cepat dan pentingnya proses verifikasi. Kolaborasi radio dengan generasi muda juga dapat memperluas literasi melalui konten edukatif, dialog kreatif, serta pemanfaatan platform digital secara bertanggung jawab.
Karena itu, masyarakat diingatkan agar tidak hanya menjadi konsumen informasi, melainkan turut membangun kebiasaan bermedia yang sehat dan bertanggung jawab. Mendengar, membaca, membandingkan sumber, serta memeriksa kebenaran informasi menjadi langkah penting sebelum sebuah informasi dipercaya atau disebarluaskan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....