Anak Indonesia Harus Cerdas Bermedia Sosial
- 08 Sep 2026 17:58 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Media sosial kini menjadi bagian dari kehidupan anak-anak dan remaja. Selain sebagai sarana komunikasi dan hiburan, berbagai platform digital juga dapat dimanfaatkan untuk belajar, mencari informasi, mengembangkan kreativitas, hingga menyalurkan bakat. Namun, penggunaan media sosial perlu diiringi kemampuan literasi digital agar anak mampu menggunakannya secara cerdas, aman, dan bertanggung jawab.
Hendra Saputra, Ketua Dewan Pendidikan Kota Sibolga, Sibolga Menyapa Pagi Pro 1, Selasa, 8 September 2026 via selular mengatakan anak tidak harus dijauhkan dari perkembangan teknologi. Menurutnya, yang lebih penting adalah memberikan pemahaman dan pendampingan agar anak mampu mengenali manfaat sekaligus risiko yang muncul dari penggunaan media sosial.
Salah satu tantangan yang perlu menjadi perhatian adalah penyebaran informasi palsu atau hoaks. Anak perlu dibiasakan untuk tidak langsung mempercayai informasi yang ditemukan di media sosial, melainkan memeriksa sumber dan kebenarannya terlebih dahulu sebelum memberikan komentar maupun membagikannya kepada orang lain.
“Selain kemampuan memilah informasi, anak juga perlu memahami pentingnya menjaga privasi di ruang digital. Informasi seperti alamat rumah, nomor telepon, nama sekolah, kata sandi, foto pribadi, maupun informasi keluarga tidak boleh dibagikan secara sembarangan karena dapat dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” kata Hendra.
Hendra Saputra juga menekankan pentingnya etika dalam berkomunikasi di media sosial. Anak harus memahami bahwa komentar, unggahan, maupun tindakan di dunia maya dapat berdampak terhadap orang lain. Karena itu, penggunaan media sosial harus dijauhkan dari perilaku menghina, mengejek, mempermalukan, maupun melakukan perundungan atau cyberbullying.
“Peran orangtua dan guru sangat penting dalam membentuk kebiasaan digital yang sehat. Pendampingan tidak cukup dilakukan dengan memberikan larangan, tetapi perlu disertai komunikasi dan edukasi. Orang tua dapat berdiskusi dengan anak mengenai konten yang mereka lihat, sementara sekolah dapat memperkuat pendidikan literasi digital dan keamanan bermedia social,” ujar Hendra.
Dengan literasi digital yang baik, media sosial dapat menjadi ruang positif bagi anak untuk belajar, berkarya, mengembangkan bakat, serta memperkenalkan budaya Indonesia. Anak Indonesia diharapkan mampu menjadi pengguna teknologi yang kritis dan bertanggung jawab, dengan prinsip bijak sebelum mengunggah, kritis sebelum percaya, dan berpikir sebelum membagikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....