Mengungkap Gangguan di Balik Suara Radio yang Berdesis

  • 24 Agt 2026 16:05 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga - Pernahkah mendengarkan radio lalu suara yang semula jernih tiba-tiba berubah menjadi desisan, kresek, atau bahkan terdengar bercampur dengan suara lain? Gangguan seperti ini merupakan hal yang cukup umum dalam penerimaan siaran radio. Namun, apa sebenarnya yang menyebabkan suara radio menjadi tidak jernih?

Dalam teknologi penyiaran radio, terdapat berbagai faktor yang dapat memengaruhi kualitas sinyal sejak dipancarkan hingga diterima oleh perangkat pendengar. Dua di antaranya adalah noise dan interferensi.

Melansir laman Uni Telekomunikasi Internasional (ITU), radio noise merupakan fenomena elektromagnetik yang tidak membawa informasi yang diinginkan dan dapat muncul bersamaan dengan sinyal yang hendak diterima. ITU juga mengelompokkan sumber radio noise antara lain berasal dari fenomena alam, seperti petir dan atmosfer, serta sumber buatan manusia seperti peralatan listrik dan elektronik.

Kualitas penerimaan juga dapat dipengaruhi oleh kekuatan sinyal. Ketika sinyal dari pemancar semakin lemah, gangguan yang sebelumnya tidak terlalu terdengar dapat menjadi lebih dominan. Inilah salah satu alasan mengapa siaran radio dapat terdengar lebih berisik ketika kendaraan menjauh dari area jangkauan pemancar.

Selain noise, kualitas penerimaan radio juga dapat terganggu oleh interferensi. Berbeda dengan noise yang lebih bersifat gangguan latar belakang, interferensi berkaitan dengan adanya energi atau sinyal yang tidak diinginkan dan memengaruhi penerimaan sinyal utama.

Dalam Radio Regulations, Uni Telekomunikasi Internasional (ITU) menjelaskan bahwa interferensi radio merupakan “the effect of unwanted energy” yang terjadi akibat emisi, radiasi, atau induksi yang tidak diinginkan dan dapat menurunkan kinerja, menyebabkan kesalahan penerimaan, atau bahkan menghilangkan informasi dalam sistem komunikasi radio.

Interferensi dapat terjadi karena berbagai faktor, termasuk keberadaan sinyal lain pada frekuensi yang sama atau berdekatan. Karena itu, pengaturan penggunaan spektrum frekuensi menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas layanan penyiaran radio.

Menghasilkan siaran radio yang jernih bukan hanya bergantung pada kualitas mikrofon atau perangkat studio. Sinyal yang sampai ke pendengar telah melewati rangkaian sistem yang panjang, mulai dari pengolahan audio di studio, sistem transmisi, antena pemancar, propagasi gelombang radio, hingga antena penerima.

Karena itu, teknisi penyiaran perlu memastikan setiap bagian dari sistem bekerja dengan baik. Pemeriksaan dapat mencakup perangkat audio, kabel dan konektor, sistem transmisi, antena, hingga kondisi lingkungan yang berpotensi menimbulkan gangguan elektromagnetik.

Pada akhirnya, suara radio yang terdengar sederhana di telinga pendengar sebenarnya merupakan hasil dari proses teknologi yang cukup kompleks. Suara desis yang muncul bukan selalu berarti perangkat radio mengalami kerusakan. Bisa saja terdapat gangguan pada perjalanan sinyal sebelum akhirnya sampai ke penerima.

Dengan memahami noise, interferensi, dan karakteristik propagasi gelombang radio, kita dapat melihat bahwa di balik suara yang terdengar dari sebuah radio terdapat sistem teknologi yang bekerja terus-menerus untuk memastikan informasi tetap sampai kepada pendengar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....