Tips Mengelola Penggunaan Layar Aman Bagi Anak
- 15 Mei 2026 12:04 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Penggunaan gadget pada anak kini semakin sulit dihindari, dan orang tua perlu mengatur penggunaan gadget agar tidak berdampak negatif pada tumbuh kembang anak. Hal itu disampaikan oleh Dr. Raisa Lestari seorang dokter anak pada program acara Sore Ceria, Pro 2 RRI Sibolga pada Selasa, 12 Mei 2026.
Diterangkannya, layar gadget bukanlah musuh dan tidak selalu harus dihindari, tetapi penggunaannya harus seimbang dan terarah.
"Gadget bukan musuh, apalagi di era digital ini karena yang penting waktu bermain dan belajar anak gak tergantikan itu langkah terbaiknya" Ujar Dr. Raisa Lestari.
Salah satu langkah utama untuk mengelola penggunaan gadget aman bagi anak adalah mengetahui batasan waktu yang disesuaikan dengan usia. Ia merekomendasikan untuk anak dibawah 2 tahun hanya menggunakan layar untuk video call. Sementara itu, anak dengan usia 2-5 tahun dibatasi dengan durasi maksimal 1 jam per hari dengan konten bermanfaat.
"Kita harus bedakan untuk anak usia dibawah 2 tahun, dan anak usia 2-5 tahun karena memang perkembangannya gak sama" Jelasnya.
Selain itu, orang tua harus menerapkan parental control pada perangkat yang digunakan anak-anak. Fitur ini memiliki banyak kegunaan untuk membatasi akses, waktu penggunaan, hingga konten yang tak sesuai usia. Pendampingan orang tua juga penting diperlukan agar anak memahami pentingnya konten yang mereka lihat baik itu dari segi positif maupun negatif.
"Anak itu punya gaya belajar yang baik kalau kita interaksi tatap muka langsung, bukan dari online saja" Kata Dr. Raisa Lestari.
Ia juga mengungkapkan, orang tua memiliki peran untuk mengurangi ketergantungan dengan menyediakan opsi kegiatan alternatif yang menarik untuk mengalihkan perhatian anak. Kegiatan menarik seperti kelompok belajar dengan teman sebaya, membaca buku, menggambar, hingga kegiatan lain yang membantu pertumbuhan motorik anak.
Dengan menerapkan pendekatan ini secara keseluruhan, anak-anak diharapkan tumbuh dengan masa kecil yang terorganisir dan menyenangkan. Selain itu juga, mampu menciptakan keseimbangan antara dunia digital dan pengalaman nyata, sehingga pertumbuhan emosional, fisik, dan sosial anak tak terganggu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....