Daybreak, Teknologi AI Baru untuk Keamanan Siber Modern

  • 13 Mei 2026 07:56 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga - Perusahaan teknologi kecerdasan buatan (AI) asal Amerika Serikat, OpenAI memperkenalkan Daybreak sebagai inisiatif baru untuk memperkuat keamanan siber berbasis AI. Daybreak membantu penggunanya menemukan dan memperbaiki celah keamanan lebih cepat.

Melansir dari laman resmi OpenAI, Daybreak dirancang untuk membantu keamanan perangkat lunak sejak tahap awal pengembangan sistem. Pendekatan ini membuat perlindungan digital tidak hanya bergantung pada perbaikan setelah serangan terjadi.

OpenAI menjelaskan Daybreak memanfaatkan kemampuan model GPT-5.5 dan Codex Security terbaru. Teknologi tersebut membantu menganalisis kode, mendeteksi ancaman, dan memvalidasi perbaikan keamanan otomatis.

Sistem Daybreak dapat membantu penggunanya memahami risiko pada kode yang sangat kompleks. Sistem juga mampu mempercepat proses analisis dari hitungan jam menjadi beberapa menit saja.

Selain mendeteksi masalah, Daybreak membantu membuat patch keamanan langsung di dalam repository penggunanya. Proses ini membuat penanganan ancaman menjadi lebih cepat dan efisien bagi pengembang perangkat lunak.

OpenAI juga menghadirkan beberapa tingkat akses sesuai kebutuhan keamanan penggunanya. Salah satunya adalah GPT-5.5-Cyber untuk pekerjaan keamanan tingkat lanjut dan terverifikasi.

Beberapa perusahaan keamanan besar sudah mendukung pengembangan Daybreak bersama OpenAI. Mitra tersebut mencakup Cloudflare, Cisco, CrowdStrike, hingga Palo Alto Networks.

OpenAI menilai AI akan memainkan peran besar dalam keamanan siber masa depan. Melalui Daybreak, OpenAI ingin membantu menciptakan perangkat lunak yang lebih aman dan tangguh.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....