Tertipu Online Jangan Panik, Ini Langkah Awal
- 08 Feb 2026 15:31 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Penipuan online semakin sering terjadi, menyasar warga melalui pesan, telepon, dan tautan palsu. Masyarakat diminta tenang, lalu segera melakukan langkah pengamanan awal dengan cepat demi memperkecil kerugian dan mencegah pelaku beraksi lagi.
Rudi Zain, pegawai bank swasta bagian layanan customer service di Kota Sibolga, menjelaskan hal itu saat dihubungi melalui terelpon selularnya dalam obrolan Sibolga Sore Ini Pro1 RRI Sibolga, Minggu 8 Februari 2026. Dengan langkah tepat, kerugian bisa ditekan dan peluang pemulihan lebih terbuka.
Rudi menyebut, langkah pertama korban adalah menghentikan semua akses yang berpotensi dimanfaatkan pelaku. “Kalau ada kebocoran data, pelaku biasanya langsung bergerak dalam hitungan menit,” katanya.
Korban disarankan segera mengganti kata sandi email, mobile banking, dan akun dompet digital. Setelah itu, aktifkan verifikasi dua langkah agar akun lebih sulit diambil alih.
Langkah berikutnya, hubungi call center resmi bank atau layanan keuangan yang digunakan. Minta pemblokiran sementara rekening, kartu, atau akun agar transaksi mencurigakan tidak berlanjut.
Rudi juga mengingatkan korban untuk menyimpan bukti sejak awal kejadian. “Screenshot chat, nomor pelaku, dan bukti transfer itu sangat penting untuk proses pelacakan,” ujarnya.
Setelah melapor ke bank, korban dapat melanjutkan laporan ke kepolisian dengan membawa bukti lengkap. Laporan resmi membantu aparat menindak pelaku dan menguatkan proses investigasi.
Korban juga bisa melaporkan akun pelaku ke platform media sosial atau marketplace terkait. Pelaporan ini penting agar akun penipu dapat segera ditutup dan tidak memakan korban baru.
Rudi meminta masyarakat waspada terhadap modus lanjutan, yaitu penipu yang kembali menghubungi mengaku petugas bantuan. Modus ini biasanya meminta OTP, PIN, atau kode verifikasi untuk menguras saldo korban.
Ia menegaskan, pihak bank tidak pernah meminta OTP, PIN, atau password melalui telepon maupun chat. Masyarakat diimbau selalu mengecek kanal resmi dan tidak tergesa menekan tautan apa pun.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....