Aksi Sepele Picu Banjir Longsor, Warga Wajib Waspada
- 05 Feb 2026 15:27 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Kebiasaan sehari hari yang dianggap sepele ternyata dapat memicu banjir dan longsor di lingkungan sekitar. Perilaku kecil yang dilakukan berulang sering menjadi penyebab utama rusaknya keseimbangan alam dan daya serap tanah.
Hal tersebut dijelaskan Rudi Candra, arsitek muda sekaligus penggiat lingkungan hidup di Kota Sibolga, saat dihubungi melalui telepon dalam obrolan Sibolga Sore Ini Pro1 RRI Sibolga, Kamis 5 Februari 2026. Menurutnya, perubahan perilaku harian dapat menjadi kunci utama mencegah banjir dan longsor di Kota Sibolga
Dijelaskan oleh Rudi, membuang sampah sembarangan ke parit dan sungai menjadi pemicu utama banjir di kawasan permukiman padat. “Sampah yang menumpuk itu menyumbat aliran, air meluap, dan banjir akhirnya masuk ke rumah warga,” ujarnya.
Ia menambahkan kebiasaan menutup saluran air dengan semen tanpa jalur resapan juga mempercepat genangan saat hujan deras. Air yang tidak punya jalan meresap akan mengalir cepat ke titik rendah sehingga memperparah banjir di wilayah kota.
Selain itu, penebangan pohon di lereng secara sembarangan dinilai meningkatkan risiko longsor terutama saat musim hujan tiba. Tanpa akar pohon yang mengikat tanah, struktur tanah menjadi rapuh dan mudah runtuh ketika diguyur hujan deras.
Rudi menegaskan aktivitas membuka lahan tanpa memperhatikan kontur juga sering dilakukan masyarakat tanpa sadar dampaknya. “Banyak yang menebas habis vegetasi di lereng, padahal itu membuat tanah tidak punya pegangan saat hujan,” kata Rudi.
Ia menjelaskan pembangunan rumah atau kebun di daerah rawan tanpa drainase memadai dapat memicu bencana yang lebih besar. Aliran air hujan yang tidak terarah dapat menggerus tanah dan memicu longsor kecil yang berkembang menjadi longsor besar.
Menurut Rudi, kebiasaan membakar sampah juga berdampak pada kualitas tanah dan merusak tanaman penahan erosi. Tanah yang rusak membuat vegetasi sulit tumbuh kembali sehingga lereng menjadi gundul dalam waktu lama.
Ia mendorong masyarakat melakukan tindakan sederhana seperti menjaga parit bersih dan menanam pohon di titik rawan. Langkah kecil ini dinilai efektif bila dilakukan bersama secara konsisten oleh warga di lingkungan masing masing.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....