Kenali Pohon Penahan Banjir Longsor, Mulai Dari Rumah
- 05 Feb 2026 15:26 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Pemilihan tanaman yang tepat dinilai mampu membantu mengurangi risiko banjir dan longsor di permukiman. Kesadaran menanam pohon tidak cukup, karena jenis tanaman menentukan kekuatan tanah menahan air dan erosi.
Hal tersebut dijelaskan Rudi Candra, arsitek muda sekaligus penggiat lingkungan hidup di Kota Sibolga, saat dihubungi melalui telepon dalam obrolan Sibolga Sore Ini Pro1 RRI Sibolga, Kamis 5 Februari 2026. Dijelaskan oleh Rudi, lingkungan hijau bukan sekadar estetika, tetapi perlindungan nyata bagi keselamatan warga dalam jangka panjang.
Menurut Rudi, pohon berakar kuat sangat penting untuk menahan struktur tanah pada lereng dan kawasan rawan longsor. “Tanaman dengan akar dalam dan menyebar bisa mengikat tanah, sehingga tidak mudah runtuh saat hujan deras,” ujarnya.
Ia menyebut beberapa jenis tanaman yang efektif menahan erosi antara lain bambu, vetiver, dan tanaman penutup tanah. Jenis tersebut mampu mengurangi limpasan air permukaan serta memperlambat aliran air menuju daerah rendah permukiman.
Selain lereng, kawasan dataran rendah juga membutuhkan pohon yang mampu menyerap air dan menjaga daya resap tanah. Pohon seperti trembesi, ketapang, dan beringin dinilai membantu memperluas daerah resapan air secara alami.
Rudi menekankan pemilihan tanaman harus menyesuaikan kondisi lahan agar manfaatnya maksimal dan tidak merusak lingkungan. “Jangan asal tanam, karena ada pohon yang akarnya justru merusak bangunan atau saluran air,” kata Rudi.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga hutan kota dan jalur hijau sebagai benteng alami menghadapi banjir musiman. Penebangan pohon tanpa reboisasi dapat mempercepat banjir, memperparah longsor, serta merusak keseimbangan ekosistem wilayah.
Menurutnya, tanaman penutup tanah seperti rumput gajah mini dan kacang kacangan juga berperan mengurangi erosi. Tanaman rendah ini membantu menahan tanah bagian atas agar tidak mudah terbawa arus air saat hujan deras.
Rudi mendorong masyarakat menanam pohon secara bertahap dari lingkungan rumah, sekolah, dan fasilitas umum setempat. Langkah sederhana tersebut dinilai efektif bila dilakukan bersama dan disertai perawatan rutin setiap musim penghujan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....