Waspadai Video AI Agar Terhindar Tipu Daya Digital
- 27 Jan 2026 07:47 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga- ancaman video palsu meningkat tajam dan mengintai masyarakat setiap hari melalui layar ponsel tanpa disadari banyak orang. Kepala berita menegaskan bahaya manipulasi visual modern yang mampu menyesatkan publik serta merusak kepercayaan informasi digital secara luas.
Putra Wijaya mengungkapkan ciri video kecerdasan buatan dalam Program Sibolga Pagi Ini Pro1 RRI Sibolga Selasa(27/1/2026) pagi. Ia menekankan pentingnya memperhatikan detail wajah suara gerakan mata serta ekspresi agar publik tidak terkecoh tayangan rekayasa.
Video buatan sering menampilkan kedipan tidak alami perubahan bayangan wajah serta latar kabur yang muncul tiba tiba berulang kali. Konten asli biasanya menunjukkan gerakan stabil ekspresi wajar dan kualitas suara seimbang tanpa distorsi mencurigakan dalam adegan manapun.
| Baca juga: Xiaomi Rilis Redmi Note 15 Pro+5G |
'Mengecek akun pengunggah serta tanggal perekaman sebelum mempercayai informasi visual yang beredar cepat melalui media sosial. Verifikasi silang dengan sumber resmi dianggap langkah sederhana namun efektif melindungi masyarakat dari penipuan digital modern saat ini," sarannya.
Putra juga mengingatkan bahaya membagikan ulang video tanpa konfirmasi karena dapat memperluas penyebaran hoaks merugikan banyak pihak. Menurutnya tanggung jawab pengguna internet sangat penting menjaga ruang digital tetap sehat aman serta mendidik generasi muda.
"Fenomena kecerdasan buatan membawa manfaat kreatif namun berpotensi disalahgunakan untuk memalsukan peristiwa serta identitas seseorang tertentu. Literasi digital menjadi benteng utama agar publik mampu memilah informasi benar dan palsu secara mandiri dan bijaksana," ujarnya.
Program radio menghadirkan diskusi edukatif guna membekali pendengar menghadapi tantangan teknologi dengan pengetahuan yang cukup dan praktis. Respon pendengar menunjukkan kebutuhan besar terhadap panduan sederhana mengenali konten manipulatif di tengah arus informasi cepat.
Putra berharap sekolah komunitas dan media rutin menyosialisasikan keamanan digital agar masyarakat lebih siap menghadapi perubahan teknologi. Edukasi berkelanjutan diyakini mampu menekan dampak negatif penyalahgunaan kecerdasan buatan di ruang publik nasional.
Masyarakat diminta melaporkan konten mencurigakan kepada pengelola platform serta aparat berwenang demi penanganan cepat dan tepat. Kerja sama lintas pihak diharapkan menjaga kepercayaan publik terhadap media dan informasi digital yang berkembang pesat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....