Memahami "Invisible Digital Watermark"
- 21 Sep 2025 14:55 WIB
- Sibolga
KBRN, Sibolga: Dalam dunia digital saat ini, di mana gambar dapat dimodifikasi dan disebarkan dengan sangat cepat, penting untuk memiliki cara untuk memverifikasi keaslian dan sumber sebuah konten. Salah satu teknologi yang digunakan untuk tujuan ini adalah "tanda air digital tak terlihat" atau invisible digital watermark.
Dirangkum dari laman blog.google secara sederhana, invisible digital watermark adalah semacam "sidik jari" digital yang tersembunyi di dalam sebuah gambar atau media lain. Berbeda dengan tanda air tradisional yang terlihat jelas (seperti logo transparan yang melapisi foto), tanda air ini tidak dapat dilihat oleh mata telanjang.
Ia ditanamkan ke dalam data digital gambar itu sendiri dengan cara yang sangat cerdas sehingga tidak mengubah penampilan visual gambar sama sekali. Teknologi di balik invisible digital watermark bekerja dengan memodifikasi sedikit piksel atau data audio/video dalam cara yang sangat halus dan terukur.
Modifikasi ini tidak terlihat oleh manusia, tetapi dapat dideteksi dan dibaca oleh algoritma atau perangkat lunak khusus. Ini berarti, jika sebuah gambar dengan tanda air tak terlihat diunggah ke internet, disunting, atau bahkan dicetak ulang, tanda air tersebut idealnya akan tetap melekat pada gambar dan dapat diekstrak nanti untuk tujuan verifikasi.
Manfaat utama dari teknologi ini adalah untuk membantu mengidentifikasi asal-usul konten, terutama yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI). Misalnya, Google menggunakan teknologi ini yang mereka sebut SynthID pada gambar-gambar yang dibuat atau diedit menggunakan model AI Gemini mereka.
ujuannya adalah agar masyarakat dapat membedakan antara gambar asli dan gambar yang dimanipulasi atau dibuat oleh AI. Ini penting untuk memerangi misinformasi, mengidentifikasi konten deepfake, dan memastikan transparansi. Selain itu, tanda air digital juga dapat digunakan untuk melindungi hak cipta, melacak penyebaran konten ilegal, atau menandai informasi rahasia.
Google sendiri telah menjelaskan secara detail tentang implementasi SynthID pada konten yang dihasilkan AI mereka. Mereka menekankan komitmen mereka terhadap transparansi dan pengembangan AI yang bertanggung jawab, di mana SynthID menjadi bagian penting dari upaya tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....