Memilih Jurusan Sesuai Minat, Bakat dan Peluang Karir

  • 19 Jul 2025 18:57 WIB
  •  Sibolga

KBRN, Sibolga : Sebagian orang mungkin masih bingung atau sekadar ikut-ikutan dalam menentukan pilihan memilih jurusan kuliah. Namun Jonathan melalui pesan Whatsapp saat Sore Ceria Pro 2 Sibolga, Sabtu (19/7/2025) mengatakan keputusannya dalam memilih jurusan diambil dengan penuh pertimbangan, baik dari sisi minat pribadi, bakat yang dimilikinya sejak lama, maupun prospek karier di masa mendatang.

"Aku memilih jurusan ini karena aku memang punya ketertarikan yang besar di bidang ini sejak dulu. Bahkan sejak sekolah menengah, aku sudah mulai aktif belajar dan mengembangkan diri dalam bidang ini, baik melalui kegiatan ekstrakurikuler maupun proyek-proyek pribadi,” ujarnya.

Menurutnya, ketika seseorang belajar di bidang yang benar-benar diminati, proses belajarnya akan terasa jauh lebih menyenangkan dan tidak menjadi beban. Ia merasa lebih termotivasi untuk menggali ilmu lebih dalam karena merasa sejalan dengan apa yang ia sukai dan kuasai.

Namun, Jonathan juga mengatakan bahwa memilih jurusan bukan hanya soal mengikuti keinginan hati semata. Ia juga mempertimbangkan bagaimana peluang kerja dan perkembangan karier di bidang tersebut ke depannya.

“Minat dan bakat itu penting, tapi menurutku tetap harus realistis. Kita juga perlu melihat sejauh mana bidang itu berkembang dan dibutuhkan di masa depan,” tambahnya.

Ia menilai jurusan yang dipilih dilihat memiliki prospek kerja yang luas dan terus mengalami pertumbuhan seiring dengan kemajuan zaman dan teknologi. Hal ini membuatnya semakin yakin bahwa keputusannya sudah berada di jalur yang tepat, karena tidak hanya mendukung pengembangan potensi diri, tetapi juga membuka peluang besar untuk membangun masa depan yang stabil dan sesuai passion.

Jonathan juga menyampaikan harapannya agar para pelajar yang sedang berada di fase menentukan jurusan kuliah bisa lebih mengenali dirinya sendiri terlebih dahulu. “Menurutku penting untuk tahu apa yang kita suka dan bisa”.

“Jangan asal ikut teman atau merasa terpaksa. Karena pada akhirnya, kita sendiri yang akan menjalani proses belajar itu bertahun-tahun. Kalau tidak sesuai dengan minat atau kemampuan, bisa jadi akan merasa tertekan,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya mencari informasi sebanyak mungkin terkait jurusan yang ingin diambil, termasuk peluang kerja, tantangan, dan perkembangan industrinya. Jonathan percaya bahwa keputusan yang baik lahir dari kombinasi antara passion, kemampuan, dan wawasan yang luas tentang realita dunia kerja.

“Kalau kita memilih jurusan dengan hati dan pikiran yang matang, kita akan lebih siap menghadapi dunia perkuliahan dan juga lebih percaya diri dalam merancang masa depan,” tutupnya.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....