Buku adalah Jendela Dunia
- 07 Jul 2025 11:45 WIB
- Sibolga
KBRN, Sibolga : Bagi sebagian orang kecintaannya pada buku bukan semata hobi, melainkan kebutuhan batin yang tumbuh dari kesadaran akan pentingnya ilmu pengetahuan. Hal itu disampaikan Maya Sari melalui pesan WhatsApp saat Spada Pro 2 Sibolga, Senin (7/7/2025).
“Sejak kecil saya sudah diajarkan bahwa buku adalah jendela dunia. Semakin banyak membaca, semakin luas cara kita memandang kehidupan,” katanya.
Ia percaya bahwa buku bukan hanya sarana untuk menghibur atau mengisi waktu luang, tetapi juga merupakan sumber kekuatan yang membentuk karakter, memperkaya sudut pandang, dan memperluas wawasan. “Ilmu itu tidak bisa didapat secara instan, dan buku adalah cara paling efektif dan abadi untuk menyerap ilmu, kapan pun dan di mana pun,” tambahnya.
| Baca juga: Menolak Lupa, Generasi Muda Perlu ke Museum |
Dalam kesehariannya, Maya selalu menyempatkan waktu khusus untuk membaca, walaupun hanya beberapa halaman dengan jenis bacaan beragam, mulai dari sastra, psikologi, sejarah, pendidikan, hingga buku-buku bertema spiritual dan pengembangan diri. “Kadang saya memilih buku yang ringan untuk relaksasi, tapi sering juga membaca yang lebih berat agar otak tetap terasah,” katanya.
Bagi Maya, koleksi bukunya bukan hanya tumpukan benda, tetapi simbol dari perjalanan belajar yang panjang. “Saya selalu percaya bahwa ilmu itu bekal hidup. Dengan membaca buku, saya merasa seperti sedang menyiapkan diri menghadapi kehidupan dengan lebih bijak dan terbuka,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa tidak semua ilmu bisa kita pelajari hanya dari pengalaman. Banyak hal yang baru bisa kita mengerti dan sadari setelah membacanya dari sudut pandang orang lain lewat buku.
“Kadang kita merasa sendiri dalam menghadapi sesuatu. Tapi saat membaca, kita sadar bahwa banyak orang pernah mengalami hal serupa, dan itu menenangkan,” lanjutnya.
Maya berharap semangat literasi bisa terus ditanamkan di masyarakat, khususnya pada anak-anak dan remaja. Menurutnya, membangun budaya membaca harus dimulai dari rumah, dengan memberi contoh dan menciptakan lingkungan yang mendukung.
“Kalau ingin generasi muda cerdas dan berpikiran luas, mulailah dari membiasakan mereka membaca. Buku bisa membentuk cara berpikir, cara merasa, bahkan cara bertindak. Maka dari itu, mencintai buku berarti mencintai ilmu, dan mencintai ilmu berarti mencintai kehidupan itu sendiri,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....