Investasi Bagi Anak Muda dalam 5 Langkah
- 06 Des 2024 20:38 WIB
- Sibolga
KBRN, Sibolga: Memiliki investasi pribadi di pasar finansial saat ini sudah menjadi gaya hidup produktif di kalangan anak muda atau pekerja pemula (first jobber).
Pandangan lama bahwa investasi hanya bisa dilakukan oleh kalangan usia matang, sudah tidak lagi relevan. Ini terlihat dari data demografi investor di Indonesia yang semakin banyak didominasi oleh kelompok usia muda millenial. Berikut cara berinvestasi bagi anak muda, seperti kami sadur dari beragam sumber saat program Mozaik Indonesia, Jumat (6/12/2024);
1.Pahami Konsep dan Risiko Investasi
Asuransi pada dasarnya sebuah mekanisme pengelolaan risiko finansial paling mudah. Setiap hal yang menimbulkan risiko bagi kondisi keuangan seseorang, sebaiknya memang diasuransikan. Kendati tidak semua hal dapat diasuransikan, tetapi setidaknya ada dua jenis Asuransi sangat penting untuk dimiliki; yaitu Asuransi jiwa dan Asuransi kesehatan.
Bagi kalangan muda, dua jenis proteksi itu seringkali kurang diindahkan karena merasa risiko sakit dan meninggal dunia belum terlalu besar. Proteksi jiwa dan kesehatan kadang kala dianggap sebagai kebutuhan kalangan usia matang sudah berkeluarga saja. Tentu saja anggapan itu kurang tepat, karena tidak ada seorang pun dapat memprediksi datangnya risiko sakit atau meninggal dunia.
2.Miliki Tujuan Keuangan Jelas
Bila hendak memulai investasi adalah mendaftar tujuan keuangan yang mau dicapai melalui investasi. Tujuan keuangan secara sederhana dimaknai sebagai sebuah kondisi yang ingin diwujudkan terkait target dana finansial tertentu pada periode tertentu. Dengan memiliki tujuan keuangan, cara investasi yang dilakukan dapat lebih terarah karena memiliki target dan strategi jelas.
Tujuan keuangan juga dapat dibagi menurut target waktu. Pertama, tujuan keuangan jangka pendek adalah tujuan keuangan ingin diwujudkan kurang dari 3 tahun. Kedua, tujuan keuangan jangka menengah yaitu target dana ingin dikumpul rentang 3-5 tahun. Ketiga, tujuan keuangan jangka panjang yaitu target dana ingin diraih dalam rentang waktu di atas 5 tahun. Dari masing-masing tujuan keuangan tersebut, tentukan target dana ingin diwujudkan.
3.Tentukan Instrumen Investasi
Setelah memiliki tujuan keuangan yang sudah dikategorisasi berdasarkan jangka waktu pencapaian, selanjutnya dapat mulai menentukan pilihan instrumen investasi tepat sesuai time horizon tujuan keuangan dan profil risiko. Time horizon sangat penting karena akan mempengaruhi penilaian terhadap risiko sebuah instrumen investasi dan efektivitasnya dalam membantu untuk mencapai target dana yang sudah ditentukan.
4.Buka Rekening Investasi
Untuk berinvestasi di pasar modal, wajib memiliki rekening investasi. Cara membuka rekening investasi tidaklah sulit. Dapat melakukannya melalui lembaga keuangan tepat seperti di perusahaan sekuritas bila ingin investasi saham atau di perusahaan manajer investasi apabila hendak memulai investasi reksa dana secara online, dan lain-lain.
5.Jalankan Investasi Secara Disiplin
Dalam berinvestasi, perlu memiliki strategi tepat. Strategi membantu mengoptimalkan modal yang dimiliki agar mampu mencapai target investasi sesuai tujuan keuangan. Jangan lupa untuk melakukan evaluasi kinerja investasi secara berkala minimal setiap semester. Dapat mengecek kinerja dari laporan hasil investasi rutin dikirim sekuritas atau manajer investasi terkait. Semoga bermanfaat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....