Festival Literasi Taput Dorong Budaya Baca dan Penguatan Karakter Generasi Muda
- 01 Okt 2026 19:25 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Taput - Penguatan budaya literasi diharapkan semakin meningkatkan kemampuan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam memahami informasi, berpikir kritis, mengembangkan kreativitas, serta membangun karakter. Upaya tersebut terus didorong Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara melalui Festival Literasi Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2026 yang dibuka di Sopo Partukkoan, Rabu, 30 September 2026.
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara diwakili Sekretaris Daerah, Henry M.M. Sitompul, menghadiri pembukaan kegiatan tersebut sekaligus membacakan sambutan Bupati Tapanuli Utara, Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa literasi tidak sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, mengembangkan kreativitas, membangun karakter, serta menggunakan pengetahuan untuk menyelesaikan berbagai persoalan dalam kehidupan.
Festival Literasi Tapanuli Utara menjadi ruang bersama bagi anak-anak, guru, orang tua, mahasiswa, dan masyarakat untuk menumbuhkan kecintaan terhadap membaca, belajar, berkarya, serta berbagi pengetahuan dalam suasana edukatif dan kreatif.
Sejumlah kegiatan turut dihadirkan, antara lain Lomba Martorsa, Seminar Literasi Nasional, lomba mewarnai bagi anak PAUD, pelatihan guru PAUD dalam mendongeng, serta pameran buku. Kehadiran Satria Dharma, penggagas Gerakan Literasi Sekolah Kemendikbud, diharapkan turut memperkaya wawasan peserta mengenai penguatan budaya literasi di lingkungan pendidikan.
Dalam sambutan tersebut juga ditekankan bahwa tantangan literasi semakin kompleks di era digital. Anak-anak memiliki akses luas terhadap informasi melalui internet dan media sosial sehingga perlu dibekali kemampuan untuk memilah, memahami, dan menggunakan informasi secara bijak dan bertanggung jawab. Karena itu, pemerintah mengajak sekolah, guru, orang tua, perpustakaan, komunitas, dunia usaha, media, dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun budaya literasi yang berkelanjutan.
Turut hadir moderator Masniar Hernawati Sitorus, pimpinan OPD, para Asisten di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, mahasiswa Program Studi D-III Kebidanan Tapanuli Utara Poltekkes Kemenkes Medan, serta para kepala sekolah dan guru SD/SMP.
Festival Literasi diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum memperkuat gerakan literasi di Kabupaten Tapanuli Utara sekaligus mendorong lahirnya generasi yang gemar membaca, kritis dalam berpikir, kreatif dalam berkarya, berkarakter, dan tetap memiliki akar budaya serta nilai-nilai luhur yang kuat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....