Pemkab Tapteng dan HKI Daerah V Pantai Barat Gelar Dialog Pulihkan Pascabencana
- 17 Sep 2026 18:49 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Pandan — Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Pemkab Tapteng) menegaskan komitmennya untuk berkolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, gereja, dan lembaga swadaya dalam upaya pemulihan daerah pascabencana. Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, S.H., M.H., saat menjadi narasumber dalam Dialog Publik Pemulihan Tapanuli Tengah Pascabencana yang digelar di Ruang Rapat Bappeda Kabupaten Tapanuli Tengah, Kamis, 17 September 2026.
Dialog publik yang mengusung tema “Sendiri Kita Lemah, Bersama Kita Tangguh” ini diinisiasi oleh Gereja HKI Daerah V Pantai Barat, Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat (KSPPM), Toba Initiatives, Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), serta FIAN Indonesia.
Dalam pemaparannya, Bupati Tapanuli Tengah menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya dialog publik ini Menurutnya, dialog ini menjadi ruang strategis untuk merumuskan langkah nyata dan solusi komprehensif dalam menangani dampak bencana alam yang melanda wilayah Tapanuli Tengah.
Bupati menjelaskan bahwa tingginya intensitas hujan ekstrem sejak peristiwa 25 November lalu memicu terjadinya banjir hingga puluhan kali di Tapteng. Luapan air yang membawa sedimen dari kawasan hulu memerlukan penanganan menyeluruh. Langkah penanganan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik seperti pembangunan bronjong, tetapi juga upaya alami seperti penanaman bambu untuk mengikat tanah dan mencegah erosi.
"Pemulihan pascabencana ini bukan sekadar memperbaiki infrastruktur, tetapi juga merestorasi lingkungan hidup, memulihkan ekosistem, serta membangkitkan kembali perekonomian masyarakat yang terdampak," ujar Masinton.
Bupati menambahkan, penanganan infrastruktur jalan, permukiman, dan lingkungan dikerjakan secara berkelanjutan (multiyears) dengan dukungan dari APBN, Pemerintah Provinsi, maupun APBD Kabupaten. Untuk memulihkan mata pencaharian warga, Pemkab Tapteng mendorong optimalisasi lahan pertanian dengan tanaman palawija, pengembangan sektor kelautan dan budidaya kolam ikan, serta pengelolaan lahan plasma untuk masyarakat berbasis perencanaan data yang akurat.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Dialog Publik, Pdt. Adventus Nadapdap menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk sinergi langkah antara pemerintah, lembaga gereja, stakeholder, dan masyarakat agar pemulihan pascabencana tidak berjalan sendiri-sendiri.
"Melalui dialog ini, kita ingin mendengarkan program kerja pemerintah sekaligus menyerap aspirasi dan kendala masyarakat. Kita berfokus pada solusi pemulihan ekonomi dan penanganan tanggul tanpa saling menuding, melainkan bekerja sama demi kebaikan bersama," tegas Pdt. Adventus.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Pertanahan (BPN) Tapanuli Tengah, Manaek Tua, S.Kom., S.E., M.Si., jajaran Pimpinan OPD Pemkab Tapanuli Tengah, perwakilan lembaga penyelenggara, serta masyarakat Kecamatan Tukka yang terdampak bencana.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....