Asap Karhutla Indonesia Menyebar ke Malaysia
- 22 Agt 2026 20:49 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga – Sebaran asap kebakaran hutan dan lahan di Indonesia mulai terpantau menuju Malaysia akibat kondisi cuaca dan arah angin. Pergerakan asap sangat dipengaruhi arah angin, terutama ketika sumber kebakaran berada dekat wilayah perbatasan Indonesia.
Informasi tersebut disampaikan oleh Liberto Pardosi selaku Kepala Kelompok Teknisi BMKG Pinangsori melalui sambungan telepon kepada Pro 1. Informasi tersebut disampaikan pada Program Acara Green Radio, Sabtu 22 Agustus 2026.
“Asap dapat bergerak mengikuti arah angin, sehingga dampak kebakaran bisa dirasakan wilayah yang cukup jauh,” ujarnya kepada Pro1. Menurut Liberto, kondisi atmosfer kering turut mendukung keberadaan asap lebih lama di udara sebelum akhirnya mengalami pengenceran alami.
Kejadian tersebut meningkatkan potensi terjadinya kabut asap lintas batas apabila kebakaran berlangsung luas dan terus menghasilkan asap pekat. Pada Sabtu, 22 Agustus 2026, sebaran asap juga terpantau di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan berdasarkan pemantauan BMKG.
Liberto menjelaskan arah angin menjadi faktor penting dalam menentukan wilayah yang berpotensi terdampak sebaran asap karhutla secara luas. “Kita perlu melihat arah dan kecepatan angin untuk mengetahui kemungkinan asap bergerak menuju wilayah lain,” katanya kepada pendengar.
Selain mengganggu jarak pandang, kabut asap dapat menurunkan kualitas udara dan mengganggu aktivitas masyarakat di wilayah terdampak. Karena itu, penanganan karhutla membutuhkan koordinasi antardaerah agar sumber kebakaran dapat dikendalikan sebelum asap menyebar lebih jauh.
Liberto menilai pencegahan menjadi langkah utama karena kebakaran yang terkendali sejak awal menghasilkan asap dengan jumlah sedikit. “Masyarakat sebaiknya tidak menunggu asap tebal, tetapi segera melaporkan setiap indikasi kebakaran kepada petugas,” ujarnya.
Informasi cuaca dan pemantauan titik panas dapat membantu petugas menentukan langkah pencegahan serta penanganan secara cepat. Liberto berharap kesadaran masyarakat meningkat sehingga kebakaran hutan dan lahan tidak menimbulkan dampak lingkungan hingga lintas negara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....