Kemarau Kering Picu Ancaman Karhutla
- 22 Agt 2026 20:48 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga – Musim kemarau yang kering meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Sumatera saat Agustus tahun ini. Kondisi cuaca kering membuat vegetasi mudah terbakar, terutama ketika hujan semakin jarang turun saat ini.
Informasi tersebut disampaikan oleh Liberto Pardosi selaku Kepala Kelompok Teknisi BMKG Pinangsori melalui sambungan telepon kepada Pro 1. Informasi tersebut disampaikan pada Program Acara Green Radio, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan karena satu sumber api dapat berkembang cukup cepat ketika lahan mengalami kekeringan berkepanjangan. “Kondisi kering membuat bahan bakar alami lebih mudah terbakar, sehingga masyarakat harus menghindari aktivitas pembakaran secara sembarangan,” ujarnya.
Puncak kemarau pada bulan Agustus membuat beberapa wilayah menghadapi penurunan curah hujan dan kelembapan tanah yang signifikan. Fenomena El Nino juga dapat memperpanjang periode kering sehingga risiko kebakaran meningkat apabila pengelolaan lahan tidak hati-hati.
“Karhutla tidak hanya dipengaruhi cuaca, tetapi juga aktivitas manusia yang dapat menjadi pemicu kebakaran di lapangan,” katanya. Karena itu, masyarakat diminta tidak membuka lahan menggunakan api, membakar sampah, atau meninggalkan sumber api tanpa pengawasan langsung.
Liberto menambahkan pemantauan cuaca dan titik panas membantu pemerintah mengantisipasi wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran selama kemarau setempat. Informasi tersebut dapat menjadi dasar bagi petugas dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan selama periode kemarau berlangsung secara berkelanjutan.
Menurutnya, pencegahan harus dilakukan sejak awal karena pemadaman menjadi lebih sulit ketika api sudah meluas. Selain Sumatera, sejumlah wilayah Kalimantan juga menghadapi peningkatan risiko karhutla akibat kondisi kering dan banyaknya titik panas.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa karhutla merupakan ancaman lingkungan yang membutuhkan perhatian pemerintah, petugas, pelaku usaha, dan masyarakat bersama. Liberto mengimbau masyarakat segera melaporkan kemunculan asap atau titik api kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....