Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Pemkab Taput Latih Personel Tagana
- 10 Agt 2026 22:09 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Taput - Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara terus menunjukkan komitmen nyatanya dalam melindungi masyarakat dari ancaman bencana alam. Langkah strategis ini diwujudkan melalui pembukaan Kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2026 di Perkampungan Pemuda HKBP Jetun Silangit, Kecamatan Siborongborong, Senin, 10 Agustus 2026 sore.
Pembukaan pelatihan secara resmi dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Utara, Drs. Henry M.M. Sitompul, M.Si., yang hadir mewakili Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si.
Pelatihan intensif yang dijadwalkan berlangsung selama empat hari (10–13 Agustus 2026) ini diikuti oleh 27 personel TAGANA. Guna memastikan peningkatan kapasitas berjalan optimal dan terstandar nasional, Pemkab Taput menghadirkan narasumber langsung dari Kementerian Sosial Republik Indonesia, Tatan Fauzi.
Membacakan bimbingan dan arahan tertulis Bupati Tapanuli Utara, Sekda Henry Sitompul menegaskan bahwa letak geografis Tapanuli Utara yang berada di jalur Sesar Renun, Sesar Toru, serta kawasan perbukitan menjadikan daerah ini memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap potensi gempa bumi, tanah longsor, cuaca ekstrem, dan banjir bandang. Oleh karena itu, kesiapsiagaan personel relawan menjadi kunci utama meminimalkan dampak risiko bencana.
"Bencana sering kali datang tanpa memberi tanda. Dalam situasi krisis, ketika masyarakat panik dan bingung, personel TAGANA adalah sosok yang pertama kali hadir di lapangan—mendirikan tenda di tengah hujan deras dan memastikan dapur umum tetap mengepul agar warga pengungsi, anak-anak, serta lansia tidak kelaparan," ujar Sekda membacakan amanat Bupati.
Bupati melalui Sekda menekankan bahwa niat baik dan keberanian para relawan harus ditopang oleh profesionalisme dan keahlian teknis yang terukur. Pelatihan ini difokuskan pada empat pilar utama penanggulangan bencana:
- Pengungsian yang Humanis: Pengelolaan tata ruang shelter atau tenda pengungsian yang layak serta ramah bagi kelompok rentan (lansia, anak-anak, ibu hamil, dan penyandang disabilitas).
- Dapur Umum Terstandar: Penerapan tata kelola pangan yang higienis serta distribusi logistik yang adil, merata, dan tepat waktu.
- Pertolongan Pertama & Evakuasi: Penguasaan teknik First Aid, Resusitasi Jantung Paru (RJP), serta prosedur evakuasi darurat demi keselamatan jiwa korban.
- Solidaritas & Koordinasi: Menjaga kode etik relawan, menghilangkan ego sektoral antarlembaga, dan memperkuat semangat gotong royong di lapangan.
Program pelatihan ini menjadi bukti konkret keberpihakan Pemkab Tapanuli Utara dalam membangun ketangguhan daerah berbasis kesetiakawanan sosial masyarakat. Seluruh peserta diharapkan dapat menyerap ilmu dengan disiplin tinggi sehingga siap ditugaskan kapan saja demi kemanusiaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....