Wacana Penerapkan MHEWS Kurangi Resiko Bencana di Tapteng

  • 04 Agt 2026 05:11 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Tapteng - Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Pemkab Tapteng) mewacanakan penerapan sistem peringatan dini multi bahaya untuk pengurangan resiko bencana di Tapteng.

Pihak otoritas di daerah dalam masa pemulihan pascadilanda bencana ekologis itu bahkan telah membahas wacana tersebut bersama Yayasan Obor Berkat Indonesia (OBI).

Peretemuan kedua belah pihak terjadi pada Jumat, 31 Juli 2026 lalu, di Ruang Rapat Cendrawasih Kantor Bupati Tapteng.

Di momen itu Pemkab Tapteng dan OBI merencanakan kerja sama pengembangan Multi Hazard Early Warning System atau MHEWS.

Kerja sama yang direncanakan keduanya mencakup pembangunan dan pemasangan Public Warning System (PWS), di sejumlah kawasan dengan tingkat risiko tinggi terhadap bencana banjir dan tanah longsor.

Asisten Administrasi Umuk Sekdakab Tapteng Nurjalilah, dalam pertemuan itu mengatakan daerahnya memiliki tingkat kerentanan cukup tinggi terhadap ancaman banjir dan tanah longsor.

Karenanya pemerintah daerah memprioritaskan mitigasi berbasis teknologi yang dipadukan dengan peningkatan kapasitas masyarakat.

"Kami (Pemkab Tapteng) menyambut baik rencana kerja sama ini, sebagai langkah strategis dalam memperkuat kesiapsiagaan daerah terhadap berbagai potensi bencana," kata kata Asisten Administrasi Umuk Sekdakab Tapteng, Nurjalilah, dalam pertemuan bersama OBI.

"Melalui kolaborasi ini, diharapkan sistem mitigasi dan peringatan dini dapat berjalan semakin optimal. Sehingga, mampu meminimalkan risiko korban jiwa maupun kerugian akibat bencana," ujarnya.

Diketahui bahwa Yayasan OBI merupakan lembaga kemanusiaan yang berkomitmen mendukung upaya pengurangan risiko bencana melalui penguatan sistem peringatan dini dan pemberdayaan masyarakat.

Terkait rencana kerja sama OBI dengan Pemkab Tapteng, bertujuan mempermudah akses informasi peringatan dini secara cepat, akurat bagi warga untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

Disaster Relief Program Manager Yayasan OBI Adelina R Simatupang, menegaskan pentingnya langkah pencegahan sebelum bencana terjadi.

"Mitigasi yang bersifat antisipatif menjadi kunci dalam mengurangi dampak bencana. Dengan adanya sistem peringatan dini, masyarakat dapat memperoleh informasi lebih cepat sehingga memiliki waktu untuk menyelamatkan diri," tegasnya.

"Harapan kami, ke depan tidak ada lagi korban jiwa akibat bencana yang sebenarnya dapat diantisipasi," tambahnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....