Yasop dan Himaboni Resmikan Kursus Bahasa Jerman Gratis di Balige, Buka Peluang Kar

  • 15 Jul 2026 09:35 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Toba: Yayasan Soposurung (Yasop) bersama kumpulan perantau Batak Toba di Jerman (Himaboni e. v) membuka sebuah kursus bahasa Jerman bagi umum. Angkatan pertama berjumlah 60 orang telah belajar beberapa pekan dan hari ini, Selasa, 14 Juli 2026 secara resmi dibuka.

Pengguntingan pita tepatnya di Pasanggrahan, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba dilakukan oleh Sekdakab Toba Paber Napitupulu sebagai perwakilan Bupati Toba Effendi Napitupulu, Ketua DPRD Toba Franshendrik Tambunan, Kacabdis Wilayah VIII Toba Samron Simanjuntak, Kapolsek Balige AKP Libertius Siahaan, dan perwakilan Kejari Toba.

Ketua Pembina Yasop dr Tota Manurung mengutarakan, perantau Jerman yang tergabung dalam Himaboni senantiasa mengingat akarnya, Tano Batak. Semangat kembali ke akar tersebut menggerakkan hati Himaboni mempersembahkan pelatihan atau kursus Bahasa Jerman di Toba. Ia menjelaskan, Yasop merupakan yayasan yang sudah mendapatkan legalitas dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) sama halnya dengan Himaboni yang sudah terdaftar di Jerman, tepatnya di Kehakiman di Frankfurt.

Selanjutnya, Ketua Himaboni Toga Panjaitan mengutarakan bagaimana perjalanannya hingga mencetuskan adanya program kursus Bahasa Jerman di Balige. Kini, ia sebagai konsultan di bidang Migas (Minyak dan Gas) berupaya memberikan perhatian ke kampung halamannya, ia ingin sekali anak-anak muda Toba dapat berkarir secara global, bahasa adalah modal utama agar bisa berkomunikasi dengan dunia luar. "Saya juga aktif pada organisasi diaspora Jerman, satu diantaranya adalah Himaboni (Himpunan Masyarakat Bona ni Pasogit) di Jerman. Kini saya sebagai Ketua Himaboni yang bergerak di bidang budaya dan pendidikan," terangnya.

Dengan komunikasi intens, kedua yayasan akhirnya sepakat mendirikan kursus Bahas Jerman di Balige. "Tahun lalu, kita mendapatkan informasi bahwa diaspora Jerman termasuk Indonesia mendapatkan peluang untuk pengembangan sumber daya manusia dan mendapatkan dana hibah untuk program ini," terangnya. "Dengan demikian, kami membuat program belajar Bahasa Jerman secara gratis bagi kaum muda yang punya potensi di Balige ini. Pertimbangan ini didasari oleh pemikiran bahwa Balige tidak memiliki peluang besar untuk mendapatkan pembelajaran Bahasa Jerman secara gratis," tuturnya.

"Kita berharap, kursus Bahasa Jerman ini membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi kaum muda yang memiliki potensial, kerja sama internasional, dan peluang karir global. Bahasa dalah jembatan yang menghubungkan berbagai bangsa," tuturnya. Pengguntingan pita menjadi tanda program ini dibuka secara resmi. Sekdakab Toba Paber Napitupulu mengapresiasi berdirinya kursus Bahasa Jerman di Balige.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....