Bupati Tapteng Masinton Tekankan Jajarannya Bagun Budaya Kolaboratif

  • 10 Jul 2026 06:49 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Tapteng - Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Masinton Pasaribu, menekankan jajarannya membangun budaya kerja kolaboratif.

Hal ini disampaikan Masinton dalam acara Malam Kebersamaan Aparatur Sipil Negara atau ASN Pemkab Tapteng pada Selasa, 7 Juli 2026, di Pandan Kupie.

Ia bahkan berharap ASN Pemkab Tapteng tidak memandang bupati, wakil bupati maupun sekretaris daerah hanya sebagai atasan.

Namun masing-masing juga sebagai mitra yang terbuka terhadap berbagai ide, masukan, maupun kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab pemerintahan.

"Kami (kepala daerah) ingin menjadi partner bagi seluruh ASN. Kalau ada ide yang baik, sampaikan. Kalau ada kendala, diskusikan bersama. Kita tinggalkan cara kerja lama yang membuat organisasi tidak berkembang," ujarnya.

Bupati Tapteng Masinton menegaskan setiap pejabat yang diberikan amanah harus mampu menjadi motor penggerak organisasi perangkat daerah.

"Kepemimpinan bukan sekadar menduduki jabatan, tetapi harus menghadirkan perubahan dan peningkatan kinerja organisasi," katanya.

Masinton juga menyinggung kondisi Kabupaten Tapanuli Tengah yang masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk dampak bencana alam.

Karenanya, ia mengajak seluruh ASN menjadikan kondisi tersebut sebagai motivasi untuk bekerja lebih cepat, tepat, dan berpihak kepada masyarakat.

"Kita harus jujur mengakui bahwa masih ada pelayanan yang belum optimal. Pendataan harus semakin baik, administrasi harus semakin tertib, dan bantuan kepada masyarakat terdampak harus tepat sasaran. Fokus kita adalah melayani masyarakat tanpa kepentingan lain," tegasnya.

Untuk mendukung pengembangan karier ASN, kata Masinton, Pemkab Tapteng akan memperkuat penerapan manajemen talenta.

Untuk kepentingan itu, ia meminta BKPSDM segera menyusun agenda sosialisasi agar seluruh ASN memahami manfaat sistem tersebut dalam mendorong karier berdasarkan kompetensi dan kinerja.

Tak lupa ia mengingatkan pentingnya membangun budaya kerja yang bersih dan bebas dari praktik pungutan liar.

Seluruh pelayanan administrasi, termasuk pelayanan kepegawaian, harus diberikan secara cepat, transparan, dan tanpa biaya di luar ketentuan.

"Kita tinggalkan budaya lama. Kalau dulu ada anggapan 'kalau bisa diperlambat mengapa dipercepat', sekarang justru harus sebaliknya. Kita harus proaktif memberikan pelayanan yang cepat, mudah, dan profesional," pesan Bupati Tapteng Masinton.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....