Bupati Madina Pastikan Sosialisasi PT SPMB Berjalan Transparan dan Sesuai Aturan

  • 25 Jun 2026 09:06 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Mandiling Natal - Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution menegaskan Pemerintah Kabupaten Madina hadir sebagai fasilitator dalam proses sosialisasi PT Sukses Putra Mandiri Berkah (SPMB) kepada masyarakat. Penegasan tersebut disampaikan saat membuka sosialisasi program kerja jangka pendek dan jangka panjang PT SPMB di Aula Kantor Bupati Madina, Rabu 24 Juni 2026, guna memastikan seluruh proses berjalan terbuka dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Saipullah menekankan bahwa tidak ada intimidasi dalam pelaksanaan sosialisasi maupun proses ganti untung lahan yang dilakukan perusahaan. “Pemerintah hadir sebagai fasilitator dan menjamin tidak ada intimidasi kepada masyarakat. Semua proses ganti untung harus berjalan sesuai aturan yang berlaku,” tegas Saipullah di hadapan aparatur desa dan masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut.

Menurut Saipullah, kehadiran PT SPMB di Kecamatan Muara Batang Gadis (MBG) berpotensi memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan perekonomian warga. “Dengan beroperasinya PT SPMB akan membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga memastikan pemerintah akan kembali hadir dalam lanjutan sosialisasi yang akan dilaksanakan di desa-desa agar seluruh informasi dapat diterima masyarakat secara lebih luas dan mendalam.

Sosialisasi tersebut menyasar masyarakat dan aparatur dari lima desa di Kecamatan Muara Batang Gadis, yakni Desa Manuncang, Desa Panunggulan, Desa Tagilang Julu, Desa Suka Makmur, dan Desa Sale Baru. Pemerintah berharap kegiatan ini menjadi sarana dialog yang efektif antara perusahaan dan masyarakat sehingga seluruh tahapan investasi dapat dipahami dengan baik oleh warga.

Sementara itu, Direktur PT SPMB Abdul Halek, mengungkapkan perusahaan telah mengantongi izin lokasi seluas 7.548 hektare dan berkewajiban menyediakan 1.520 hektare untuk Perkebunan Inti Rakyat (PIR) pola plasma bagi masyarakat. “Setelah pemantapan sosialisasi dan pemantapan pelaksanaan pekerjaan di lapangan, langsung dimulai pekerjaan. Kita utamakan tenaga kerja lokal sesuai kemampuan masyarakat dan kebutuhan perusahaan,” katanya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....