Wabup Madina Tinjau Perbaikan Sawah Terdampak Banjir

  • 07 Mei 2026 10:32 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Mandailing Natal - Optimasi dan rehabilitasi lahan pertanian seluas 25 hektare di Desa Tangga Bosi III, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), yang sempat gagal tanam akibat banjir pada bencana hidrometeorologi akhir tahun lalu, ditargetkan rampung pada akhir bulan ini. Program tersebut menjadi upaya pemerintah daerah dalam memulihkan produktivitas lahan pertanian masyarakat.

Wakil Bupati Mandailing Natal, Atika Azmi Utammi Nasution, meninjau langsung kondisi lahan terdampak pada Rabu 6 Mei 2026. Dalam kunjungan tersebut, ia memastikan proses rehabilitasi berjalan sesuai rencana, termasuk pembersihan material pasir yang menimbun areal persawahan petani.

“Pasir yang menimbun sawah petani akan dikorek sehingga masyarakat dapat kembali bertani dan ditargetkan selesai pada akhir bulan ini,” ujar Atika Azmi Utammi Nasution.

Atika menjelaskan, berdasarkan hasil survei awal, luas lahan yang direhabilitasi mencapai 25 hektare. Namun dalam pelaksanaannya, ditemukan kebutuhan tambahan berupa perbaikan jaringan irigasi yang terdampak banjir, sehingga pekerjaan tidak hanya berfokus pada pengangkatan sedimen.

“Ada pertambahan jaringan irigasi yang harus dibenarkan, sembari mengangkat sedimen yang menimbun sawah petani,” jelasnya.

Ia menambahkan, material pasir hasil pengerukan akan dimanfaatkan untuk memperkuat tanggul di sekitar area persawahan. Pemerintah daerah juga berencana menyalurkan bantuan benih padi agar petani dapat kembali menanam pada musim tanam berikutnya. Selain itu, akses jalan dan jembatan yang rusak akibat banjir telah disurvei oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk penanganan lebih lanjut.

“Dengan selesainya rehabilitasi ini, kami berharap perekonomian petani dapat segera pulih dan mereka bisa kembali produktif,” kata Atika.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....