Menteri PU dan Kasum TNI Tinjau Lokasi Bencana di Tapteng
- 27 Feb 2026 10:17 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Tapteng - Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu bersama Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Dody Hanggodo dan Kepala Staf Umum TNI Richard Taruli Horja Tampubolon melakukan kunjungan kerja ke wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah, Kamis (26/2/2026). Kunjungan tersebut bertujuan meninjau lokasi bencana sekaligus memperkuat sinergi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana.
Kasum TNI tiba di Bandara Dr. FL Tobing, Kecamatan Pinangsori, pukul 11.07 WIB dan disambut unsur Forkopimda serta jajaran TNI. Rombongan kemudian bergerak ke Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, untuk melakukan briefing teknis bersama Menteri PU terkait perbaikan Daerah Aliran Sungai (DAS).
Peninjauan dilanjutkan ke hulu Sungai Aek Arse serta jembatan yang putus di Desa Lubuk Ampolu, Kecamatan Badiri. Rombongan juga mengunjungi hunian sementara (Huntara) dan hunian tetap (Huntap) Asrama Haji di Kecamatan Pinangsori untuk memastikan kondisi warga terdampak.
Kasum TNI menegaskan pentingnya percepatan penanganan dampak bencana di wilayah tersebut. “Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah dalam penanganan bencana dan perbaikan infrastruktur di Tapanuli Tengah,” ujar Richard Taruli Horja Tampubolon.
Sementara itu, Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan pihaknya memastikan progres normalisasi sungai di Kelurahan Hutanabolon sudah berjalan. “Alhamdulillah tanggul sudah terbangun rapi meski baru sekitar 1 kilometer dari total 9 kilometer dan Aek Sigala-gala juga sudah dibangun, walaupun masih bersifat darurat,” katanya.
Ia menekankan percepatan pembangunan DAM khususnya di Aek Sigala-gala guna mengantisipasi curah hujan ekstrem. “Kalau hujan deras 4-5 jam, saya tidak yakin ini bisa tertahan, maka pembangunan DAM harus dipercepat dan rehabilitasi hulu segera dilakukan,” tegasnya.
Menurutnya, pengerjaan fisik ditargetkan mulai paling lambat minggu depan dengan kedalaman sungai 2 hingga 3 meter dan lebar sekitar 50 meter agar mampu menampung debit air dari hulu. “Untuk pengerjaan di Kecamatan Tukka kita targetkan akhir 2026 selesai supaya masyarakat tidak kebanjiran lagi, itu tugas utama,” ucap Dody.
Bupati Tapteng Masinton Pasaribu menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dan TNI dalam percepatan penanganan bencana di daerahnya. “Di Tapteng banyak sungai besar dan kecil seperti Sungai Tukka, Aek Sirahar di Barus, Aek Sibundong di Sorkam, Badiri, hingga Tapian Nauli yang membuat warga terus was-was,” ungkapnya.
Ia berharap pembangunan Sabo DAM diprioritaskan di wilayah yang dekat dengan permukiman warga. “Kami mengharapkan pembangunan bendungan yang dekat pemukiman agar masyarakat aman dan tidak merasa was-was ketika hujan datang, semoga pembangunan ini berjalan lancar dan mohon support,” tutup Masinton.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kementerian Sosial, BNPB, BPS, PT Wika, pimpinan OPD Tapteng, serta para camat terkait.
#TaptengBangkit
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....