Kasus Bom Molotov dan Kecurigaan Korban, Ini Kronologinya
- 15 Mar 2026 13:45 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga – Pegiat media sosial juga berprofesi sebagai wartawan, Risman Lase (40) mengaku telah mendapat intimidasi usai memviralkan penimbunan bantuan bencana di Sibolga. Kediaman akrab disapa Rilas pun diteror bom molotov Orang Tak dikenal (OTK).
Peristiwa mengejutkan ini pun menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat, jurnalis, aktivis, maupun netizen dari sejumlah beranda atau halaman akun media sosial (medsos) yang mempertanyakan soal motif sebenarnya insiden itu.
Kronologi Peristiwa;
Berdasarkan pengakuan Rilas dan bukti rekaman CCTV, seseorang dengan sengaja melempar bom molotov ke arah mobil milik Rilas yang terparkir persis di depan rumahnya di Jalan Sibolga Baru, Kelurahan Pancuran Gerobak, Kecamatan Sibolga Kota.
Teror bom diperkirakan terjadi Jumat, 13 Maret 2026 dinihari berkisar pukul 02.00 WIB. Saat itu, terdengar suara ledakan begitu keras di depan rumahnya, disertai gonggongan anjing berlangsung terus menerus.
Mendengar peristiwa itu, Rilas dan istri pun terbangun dan melihat kobaran api di depan mobil terparkir. Mereka berusaha memadamkan api agar tidak merembes ke benda lain.
Rilas langsung memeriksa CCTV dan menonton detik-detik pelemparan bom molotov oleh OTK ke arah mobilnya. Rilas mensinyalir ada faktor kesengajaan membakar rumahnya.
Korban Menempuh Jalur Hukum;
Selanjutnya, Rilas mendatangi Mapolres Sibolga dan membuat laporan pengaduan dengan nomor laporan LP/B/33/III/2026/SPKT/Polres Sibolga/Polda Sumatera Utara. Barang bukti disita polisi antara lain pecahan botol kaca, sumbu kain, serta flasdisk berisi rekaman CCTV yang memperlihatkan detik-detik aksi pelaku teror bom.
Dengan laporan pengaduan disertai barang bukti, Risman berharap penyidik Polres Sibolga dapat menindaklanjuti dan mengungkap kasus tersebut secara profesional, dan transparan.
Korban Curiga Ada Intrik Pembungkaman;
Rilas menduga aksi teror bom ini sangat berkaitan dengan pengungkapan dan publikasi atas kasus penimbunan bantuan bencana alam di bangunan eks Kampus AKN (Akademi Komunitas Negeri) Bukit Panomboman, Kelurahan Sibolga Ilir, Kecamatan Sibolga Utara.
Sebelumnya juga terjadi insiden pembakaran rumah Pak Min di Jalan Gambolo, tidak lain merupakan tetangga rumah lain juga milik Rilas. Dugaan Rilas, aksi teror di dua titik ini memiliki ‘benang merah’ kasus, dan kemungkinan juga dengan pelaku atau kelompok sama.
“Saya tak menuduh siapa pun, namun wajar saya beralibi dan curiga. Insiden ini terjadi tepatnya setelah kami memviralkan temuan bantuan bencana tersebut,” ungkap Rilas pada Jumat, 13 Maret 2026.