Tapteng Luncurkan PROTEKTA, Perkuat Perlindungan Anak di Daerah Rawan Bencana
- 05 Agt 2026 15:04 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Tapanuli Tengah - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Tapanuli Tengah bersama Yayasan Pusaka Indonesia dan Save the Children meluncurkan Sosialisasi Program PROTEKTA sebagai upaya memperkuat perlindungan anak di wilayah terdampak bencana. Sosialisasi telah dilaksanakan di Kelurahan Bona Lumban dan Desa Muara Sibuntuon untuk memperkuat sistem perlindungan anak, Rabu, 5 Agustus 2026.
Kegiatan sosialisasi sebelumnya berlangsung di Kelurahan Bona Lumban, Kecamatan Tukka pada 27 Juli 2026 dan Desa Muara Sibuntuon, Kecamatan Sibabangun pada 1 Agustus 2026. Program tersebut menjadi langkah strategis membangun perlindungan anak berbasis masyarakat melalui kolaborasi pemerintah, lembaga mitra, serta seluruh pemangku kepentingan.
"Dampak bencana alam di Kabupaten Tapanuli Tengah sangat dirasakan kelompok rentan, khususnya anak-anak yang menghadapi berbagai risiko perlindungan," ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Tapanuli Tengah, Rahmadiah Hanum. Ia menjelaskan anak-anak berpotensi kehilangan tempat tinggal, terputus pendidikan, hingga mengalami eksploitasi, kekerasan, dan pengabaian saat situasi darurat.
"Penguatan Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat menjadi pendekatan utama melalui pembentukan forum desa dan kelurahan yang responsif," kata Rahmadiah Hanum. Menurutnya, keterlibatan aparatur desa, tokoh masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi fondasi penting mewujudkan perlindungan anak yang berkelanjutan.
"Program PROTEKTA dirancang mengembangkan sistem perlindungan anak dari tingkat komunitas hingga memperkuat mekanisme rujukan pada tingkat kabupaten," ungkap Rahmadiah Hanum. Ia menambahkan program mencakup pembentukan Forum PATBM, penguatan layanan penanganan kasus, penyusunan SOP, serta pengembangan sistem pengaduan yang mudah diakses masyarakat.
Pada tingkat komunitas, program difokuskan pada pembentukan Forum Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat, peningkatan kapasitas layanan dasar, dan perencanaan pembangunan yang berorientasi terhadap pemenuhan hak anak. Sementara di tingkat kabupaten, program mendorong terbentuknya gugus tugas lintas sektoral serta memperkuat koordinasi penanganan kasus secara terpadu.
Kegiatan sosialisasi mendapat sambutan antusias dari pemerintah desa, kader Posyandu, pengurus PKK, tokoh agama, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, serta perwakilan Yayasan Pusaka Indonesia dan Save the Children. Melalui Program PROTEKTA, Kabupaten Tapanuli Tengah diharapkan membangun sistem perlindungan anak yang berkelanjutan, adaptif terhadap bencana, serta mendukung terwujudnya Kabupaten Layak Anak.
#TaptengNaikKelas
#TaptengBangkit
#SahataSaoloan
#DiskominfoTapteng
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....