Harga Murah Mahal Risikonya: Ancaman Penyelundupan
- 30 Apr 2026 07:59 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Peredaran barang ilegal atau black market (BM) yang menawarkan harga jauh lebih murah semakin marak dan menjadi perhatian serius berbagai pihak. Fenomena ini kerap menarik minat masyarakat karena dinilai lebih hemat, namun dibalik itu terdapat konsekuensi besar yang sering diabaikan oleh konsumen.
Barang-barang BM umumnya masuk kedalam negeri melalui jalur penyelundupan tanpa melalui prosedur resmi. Praktik ini membuat barang tersebut tidak dikenakan pajak maupun pemeriksaan standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah, sehingga berpotensi menimbulkan berbagai risiko.
Septian Al Habib, Petugas Bea Cukai Pelabuhan pada Program Sanksi Pro 1, Rabu, 29 April 2026, via selular menjelaskan bahwa masyarakat perlu memahami dampak jangka panjang dari peredaran barang ilegal. “Harga murah memang terlihat menguntungkan, tetapi risikonya jauh lebih mahal, baik bagi negara maupun masyarakat,” kata Septian.
Septian juga mengatakan bahwa negara mengalami kerugian besar dari sisi penerimaan pajak akibat maraknya barang BM. Pajak yang seharusnya menjadi pemasukan untuk pembangunan justru hilang karena barang masuk secara ilegal tanpa kontribusi terhadap kas negara.
“Selain itu, keberadaan barang ilegal juga menciptakan persaingan usaha yang tidak sehat. Pelaku usaha resmi yang telah memenuhi kewajiban pajak dan standar kualitas harus bersaing dengan produk ilegal yang dijual dengan harga jauh lebih rendah melalui media platform digital atau pasar online maupun pasar offline,” ujar Septian.
Dampak sosial juga tidak kalah serius, karena peredaran barang BM dapat memicu meningkatnya praktik kriminalitas dan melemahkan kesadaran hukum masyarakat. Kebiasaan membeli barang ilegal secara tidak langsung turut mendukung rantai penyelundupan yang merugikan banyak pihak.
Menurut Septian juga dari sisi keamanan, barang BM sering kali tidak melalui uji kelayakan, sehingga kualitasnya tidak terjamin. Hal ini berisiko membahayakan konsumen, terutama untuk produk seperti makanan, obat-obatan, dan barang elektronik yang membutuhkan standar keamanan tertentu.
Septian menegaskan pihak Bea Cukai akan terus meningkatkan pengawasan dan penindakan di wilayah pelabuhan. Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih produk dan tidak mudah tergiur harga murah, karena pada akhirnya harga murah, mahal risikonya menjadi kenyataan yang harus ditanggung bersama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....