Jangan Salah Sebut, Ini Perbedaan Hiking dan Trekking
- 24 Jun 2026 14:23 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga – Tren beraktivitas di alam terbuka (outdoor) kini semakin digandrungi oleh kalangan anak muda. Dua istilah yang paling sering didengar saat berbicara tentang petualangan alam adalah hiking dan trekking.
Namun, banyak orang yang masih menganggap kedua aktivitas ini sama, padahal keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan.Perbedaan mendasar antara keduanya terletak pada jalur dan tingkat kesulitan medan yang ditempuh.
Hiking itu adalah perjalanan santai yang melalui jalur atau rute yang sudah resmi dan tertata. Biasanya sudah ada papan petunjuk jalan dan fasilitas pendukungnya. Waktu hiking relatif singkat, yakni hanya memakan waktu beberapa jam hingga satu hari penuh tanpa perlu menginap (one-day trip).
Sebaliknya, trekking menuntut persiapan fisik dan mental yang jauh lebih besar. Jalur yang dilewati pada aktivitas trekking biasanya belum memiliki rute resmi, melintasi medan liar seperti hutan lebat, hingga lereng gunung yang curam.Waktu trekking bisa berhari-hari karena medannya ekstrem. Selain itu, trekking juga harus membawa logistik lengkap dan mendirikan tenda untuk menginap di alam liar.
Salah satu pendengar Pro 2 RRI Sibolga, Agung berbagi pengalamannya melalui whatsapp interaktif Pro 2 di program siaran SPADA pada Senin, 22 Juni 2026. Sebagai pemula, ia mengaku lebih memilih hiking sebagai sarana penyegaran pikiran di akhir pekan.
“Aku lebih suka hiking santai, misalnya jalan-jalan ke kawasan Bukit Tangga Seratus. Jalurnya sudah jelas, enggak bikin terlalu lelah, tapi pemandangan alamnya tetap dapet untuk healing,” ujar Agung.
Bagi anak muda yang tertarik untuk mencoba salah satu dari kedua aktivitas ini, harus mengukur kemampuan diri terlebih dahulu. Memilih aktivitas yang sesuai dengan kondisi fisik sangat penting demi keselamatan selama berada di alam bebas.
Terlepas dari apakah kamu memilih hiking yang santai atau trekking yang menantang, menjaga kelestarian alam wajib menjadi prioritas utama. Mengikuti aturan lokal, membawa kembali sampah pribadi, serta tidak merusak ekosistem sekitar adalah tanggung jawab bersama demi menjaga keindahan alam agar tetap terjaga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....