Dibalik Tren Wellness dan Pencitraan
- 17 Apr 2026 13:03 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Gaya hidup sehat atau wellness lifestyle semakin berkembang di era modern saat ini. Mulai dari kelas yoga eksklusif, terapi healing, hingga pola makan berbasis plant based diet, semuanya menjadi bagian dari tren yang dipromosikan luas melalui media sosial.
Hal ini disampaikan Arlan Parulian seorang pengamat sosial pada program acara Sore Ceria, Pro 2 RRI Sibolga pada Rabu, 15 April 2026. Tren wellness dua sisi yang tidak bisa dipisahkan untuk menciptakan citra "sehat" di depan sebuah media.
"Kesadaran masyarakat pada kesehatan mental dan fisik memang meningkat, itu hal positif tapi media sosial membuat orang lain perlu citra sehat" Ujarnya.
Semua ini berkaitan dengan budaya visual dan validasi digital karena aktivitas seperti lari pagi atau konsumsi makanan organik sering kali dibagikan bukan hanya untuk menginspirasi tapi juga membangun citra diri.
"Ini biasanya kita sebut perubahan status, ya karena kebutuhan dan pencitraan jadi gak jauh beda pemahamannya" Jelas Arlan. Meski begitu, kebiasaan ini bisa menjadi peluang edukasi bagi seseorang.
"Tidak adil kalau semua tren wellness dianggap pencitraan soalnya banyak juga orang terbantu sama pola hidup sehat, tapi memang yang masalah itu esensinya hilang jadi yang ada cuma estetika nya aja" Tambahnya.
Arlan mencontohkan munculnya unggahan rutinitas pagi yang terlihat ideal, bangun pagi, minum jus hijau, lalu meditasi di ruang minimalis. Menurutnya, gambaran itu bisa menciptakan standar tidak realistis karena setiap orang pasti memiliki kondisi berbeda.
Di sisi lain, ia mengetahui bahwa di tempat kebugaran seperti gym memiliki peminat yang tinggi sehingga hal ini bukan hanya tren atau pencitraan sesaat yang bergantung pada media sosial.
Pada akhirnya, untuk membedakan tren wellness dan pencitraan terletak pada motivasi seseorang. Jika dilakukan demi kesehatan jangka panjang, tren ini membawa dampak positif, namun jika semata untuk pengakuan sosial, manfaatnya bisa menjadi dangkal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....