Generasi Z Sulit Bahagia, Benarkah?
- 30 Mei 2024 22:03 WIB
- Sibolga
KBRN, Sibolga: Isu mengenai kebahagiaan Generasi Z semakin sering menjadi topik pembicaraan di kalangan masyarakat dan media. Generasi Z, yang umumnya lahir antara tahun 1997 dan 2012, tumbuh di era digital dan menghadapi berbagai tantangan unik yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Lalu, benarkah Generasi Z sulit bahagia?
Salah satu faktor yang sering disebut-sebut adalah dampak media sosial. Generasi Z dikenal sangat akrab dengan teknologi dan media sosial, mereka kerap membandingkan diri dengan orang lain. Platform seperti Instagram, TikTok, dan Twitter sering kali menampilkan kehidupan yang tampak sempurna, sehingga menimbulkan perasaan iri dan rendah diri.
“Media sosial dapat menciptakan ilusi kebahagiaan yang membuat banyak anak muda merasa mereka harus memenuhi standar yang tidak realistis,” kata Evita Sinaga seorang Mahasiswa psikologi di salah satu Universitas Swasta yang ada di Medan-Sumatera Utara, pada acara Sore Ceria, Pro2 RRI Sibolga. Kamis( 30/5/2024)
Selain itu, tekanan akademis dan karir juga menjadi sumber stres yang signifikan. Generasi Z sering kali merasa harus berprestasi tinggi di sekolah dan segera mendapatkan pekerjaan yang baik setelah lulus. Ditambah lagi dengan ketidakpastian ekonomi global dan persaingan yang semakin ketat, banyak dari mereka yang merasa cemas akan masa depan mereka.
Studi menunjukkan bahwa tingkat kecemasan dan depresi di kalangan Generasi Z lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya. Survei yang dilakukan oleh Asosiasi Psikologi Amerika (APA) pada tahun 2023 menunjukkan bahwa 45% dari Generasi Z melaporkan mengalami stres yang berlebihan, dan banyak yang merasa tidak mampu mengatasi tekanan yang mereka hadapi.
"Generasi Z juga dikenal sebagai generasi yang memiliki harapan tinggi terhadap diri mereka sendiri dan orang lain. Mereka cenderung menetapkan standar yang tinggi untuk sukses dan kebahagiaan, yang sering kali tidak realistis dan sulit dicapai. Hal ini dapat menyebabkan kekecewaan dan ketidakpuasan dalam hidup." Tegas Evita. "Namun. generasi yang sangat peduli dengan isu-isu sosial dan lingkungan. Mereka memiliki potensi untuk membawa perubahan besar dalam masyarakat, "tambahnya.
Meskipun Generasi Z menghadapi berbagai tantangan yang dapat membuat mereka sulit merasa bahagia, mereka juga memiliki banyak keunggulan dan potensi untuk mengatasi masalah-masalah tersebut. Penting bagi masyarakat dan keluarga untuk memberikan dukungan dan pemahaman yang mereka butuhkan agar dapat mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan yang diinginkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....