Memahami Makna Tone Deaf dalam Kehidupan Sosial
- 22 Sep 2026 05:16 WIB
- Sibolga
Poin Utama
- RRI Sibolga membahas istilah 'tone deaf' yang sedang viral dalam program Jaga Malam Pro 2 pada Senin, 21 September 2026.
- Tone deaf didefinisikan oleh Cambridge Dictionary sebagai sikap tidak memahami perasaan orang lain dan ketidakmampuan memahami kebutuhan dalam situasi tertentu.
- Program tersebut bertujuan untuk mengajak pendengar memahami makna dan penggunaan istilah tone deaf dalam kehidupan sosial sehari-hari.
RRI.CO.ID, Sibolga - Istilah tone deaf yang sedang vira] dibahas dalam program jaga Malam Pro 2 RRI Sibolga, Senin, 21 September 2026. Pembahasan tersebut mengajak pendengar memahami makna tone deaf dalam kehidupan sosial.
Cambridge Dictionary menjelaskan tone deaf sebagai sikap tidak memahami perasaan orang lain. Istilah tersebut juga berkaitan dengan ketidakmampuan memahami kebutuhan dalam situasi tertentu.
Secara harfiah, tone deaf berarti tuli nada dalam konteks musik. Istilah tersebut merujuk pada kesulitan mengenali perbedaan nada atau menyanyikan nada secara tepat.
| Baca juga: Mengapa Kita Mudah Mengidolakan Seseorang? |
Dalam perkembangannya, tone deaf memperoleh makna kiasan dalam komunikasi sosial. Makna tersebut menggambarkan respons yang dianggap tidak sesuai dengan situasi atau perasaan orang lain.
Psikolog klinis Ella Titis Wahyuniansari menjelaskan penggunaan tone deaf dalam konteks sosial. Menurutnya, istilah tersebut dapat menggambarkan sikap seseorang yang tidak peduli terhadap keadaan sekitarnya.
Pemaknaan tersebut menunjukkan pentingnya kemampuan membaca situasi sebelum memberikan respons. Dalam komunikasi, seseorang perlu mempertimbangkan konteks dan perasaan orang lain.
Di media sosial, istilah tone deaf kerap digunakan untuk mengkritik unggahan atau pernyataan tertentu. Penggunaannya biasanya muncul ketika konten dianggap tidak selaras dengan kondisi sosial yang sedang berlangsung.
Pemahaman mengenai istilah tersebut dapat membantu anak muda lebih berhati-hati berkomunikasi. Sikap memahami konteks juga dapat mendorong interaksi yang lebih empatik dan bertanggung jawab.
Seorang pendengar Pro 2 RRI Sibolga, Nuri mengaku baru memahami makna tone deaf setelah mengikuti pembahasan tersebut. Ia sebelumnya mengetahui istilah itu hanya setelah banyak penggunaannya di media sosial belakangan ini..
| Baca juga: Gen X dan Alpha Hadapi Perbedaan Zaman |
“Sekarang saya baru paham kalau tone deaf juga berkaitan dengan kepekaan terhadap situasi,” katanya. Ia menilai pemahaman tersebut membuatnya lebih memperhatikan konteks sebelum memberikan komentar.
Nuri juga mengatakan dirinya akan berusaha memahami keadaan sebelum memberikan respons. Menurutnya, kebiasaan tersebut penting ketika berkomunikasi secara langsung maupun melalui media sosial.
Pemahaman terhadap tone deaf akhirnya tidak hanya berkaitan dengan istilah populer di media sosial. Istilah tersebut juga mengingatkan pentingnya kepekaan terhadap situasi, konteks, dan perasaan orang lain.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....