Dibalik Nikmatnya Rasa Manis

  • 27 Agt 2026 07:29 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga - Rasa manis menjadi salah satu cita rasa yang banyak disukai, terutama pada makanan dan minuman sehari-hari. Pembahasan tersebut hadir dalam acara Sore Ceria Pro 2 RRI Sibolga, Rabu, 26 Agustus 2026.

Rasa manis dapat berasal dari gula alami, gula tambahan, maupun pemanis tertentu. Gula alami ditemukan dalam buah dan susu, sedangkan gula tambahan banyak terdapat dalam makanan olahan.

Buah utuh mengandung gula alami bersama serat, vitamin, mineral, dan berbagai zat gizi lainnya. Sementara itu, madu, sirop, dan jus buah mengandung gula bebas menurut definisi Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

Seorang pendengar Pro 2, Junita, mengaku menyukai makanan manis karena rasanya nikmat dan cocok sebagai camilan. “Saya suka makanan manis, terutama cokelat dan kue, karena rasanya enak,” ujarnya.

Junita juga mengatakan makanan manis juga menjadi pilihan ketika ingin menikmati camilan. Ia mengaku tetap berusaha memperhatikan jumlah makanan manis yang dikonsumsi.

Secara ilmiah, rasa manis muncul ketika molekul tertentu merangsang reseptor pengecap pada lidah. Sinyal tersebut kemudian diteruskan melalui saraf menuju otak untuk menghasilkan persepsi rasa manis.

Gula dapat menjadi sumber energi karena tubuh mengubah karbohidrat menjadi glukosa yang digunakan sebagai bahan bakar. Namun, kebutuhan tersebut tidak berarti tubuh memerlukan gula tambahan dalam jumlah berlebihan.

WHO merekomendasikan konsumsi gula bebas kurang dari sepuluh persen kebutuhan energi harian. WHO juga menyarankan pembatasan hingga kurang dari lima persen untuk manfaat kesehatan tambahan.

Kajian WHO menunjukkan konsumsi gula bebas berlebihan berkaitan dengan peningkatan berat badan dan risiko kerusakan gigi. Karena itu, jumlah dan frekuensi konsumsi gula perlu diperhatikan dalam pola makan sehari-hari.

Minuman berpemanis menjadi salah satu sumber gula yang perlu diperhatikan karena mudah meningkatkan asupan energi. Konsumsinya secara berlebihan juga berkaitan dengan peningkatan risiko obesitas dan diabetes tipe dua.

Meski demikian, makanan manis tidak harus sepenuhnya dihindari dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat perlu memperhatikan sumber, jumlah, dan frekuensi konsumsi makanan serta minuman manis.

Buah utuh dapat menjadi pilihan ketika ingin mendapatkan rasa manis sekaligus serat dan berbagai zat gizi. Dengan pola konsumsi yang seimbang, rasa manis tetap dapat dinikmati tanpa mengabaikan kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....