Seberapa Tahan Manusia terhadap Rasa Pedas?

  • 26 Agt 2026 05:27 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga - Kemampuan manusia menahan rasa pedas berbeda-beda, bergantung pada kepekaan tubuh dan kebiasaan mengonsumsi cabai. Pembahasan mengenai rasa pedas hadir dalam acara Sore Ceria, Selasa, 25 Agustus 2026.

Rasa pedas sebenarnya bukan rasa seperti manis, asin, atau pahit. Sensasi tersebut muncul karena capsaicin mengaktifkan reseptor saraf bernama TRPV1.

Reseptor TRPV1 merespons capsaicin, panas, dan rangsangan yang dapat menimbulkan rasa nyeri. Aktivasi reseptor tersebut kemudian menimbulkan sensasi terbakar saat seseorang mengonsumsi cabai.

Penelitian Pennsylvania State University yang diterbitkan pada 2024 menguji paparan capsaicin berulang. Hasil penelitian menunjukkan paparan berulang dapat menurunkan sensasi terbakar akibat capsaicin.

Penelitian tersebut melibatkan peserta dewasa yang mendapatkan paparan capsaicin dosis rendah secara berulang. Peneliti menemukan adanya proses desensitisasi terhadap sensasi pedas setelah paparan berulang.

Pendengar Pro 2, Raka, mengatakan dirinya cukup tahan terhadap makanan pedas. Ia mengaku terbiasa mengonsumsi sambal sejak masih kecil.

"Saya biasanya masih kuat makan pedas karena sudah terbiasa sejak kecil," ujar Raka. Menurutnya, makanan pedas terasa lebih menyengat ketika jarang dikonsumsi.

Penelitian lain pada 1997 juga menemukan adanya penurunan respons terhadap sensasi terbakar setelah paparan berulang. Penelitian tersebut melibatkan 32 mahasiswa dan menunjukkan penurunan respons sekitar 40 persen.

Penelitian terbaru pada 2025 melibatkan 75 orang dewasa yang mengonsumsi makanan berbumbu capsaicin. Hasilnya menunjukkan sensasi terbakar meningkat pada awal paparan, kemudian mencapai titik datar.

Temuan tersebut menunjukkan toleransi terhadap pedas tidak memiliki batas yang sama pada setiap orang. Kebiasaan, kepekaan tubuh, kadar capsaicin, dan karakteristik makanan turut memengaruhinya.

Orang yang terbiasa mengonsumsi makanan pedas dapat mengalami penurunan sensasi terbakar. Namun, kondisi tersebut bukan berarti tubuh menjadi kebal terhadap capsaicin.

Karena itu, tidak ada angka pasti yang menunjukkan batas ketahanan manusia terhadap rasa pedas. Kemampuan menikmati makanan pedas lebih berkaitan dengan toleransi individu dan proses adaptasi tubuh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....