Mengenal Jenis Sinar Matahari dan Dampaknya bagi Kulit
- 23 Agt 2026 15:25 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Paparan sinar matahari ternyata tidak hanya memberikan cahaya dan kehangatan, tetapi juga membawa berbagai jenis radiasi. Pembahasan mengenai jenis sinar matahari ini menjadi topik SPADA Pro 2 RRI Sibolga, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Radiasi matahari yang mencapai permukaan bumi terdiri atas ultraviolet, cahaya tampak, dan inframerah. Ketiganya memiliki karakteristik serta pengaruh berbeda terhadap tubuh dan lingkungan.
Radiasi ultraviolet atau UV menjadi salah satu jenis yang paling banyak mendapat perhatian dalam kesehatan kulit. Berdasarkan panjang gelombangnya, UV dibedakan menjadi UVA, UVB, dan UVC.
UVA memiliki panjang gelombang paling panjang di antara ketiga jenis ultraviolet tersebut. Radiasi ini dapat menembus lapisan kulit lebih dalam dan berkontribusi terhadap penuaan kulit.
Paparan UVA dalam jangka panjang dapat berkaitan dengan munculnya kerutan dan perubahan pigmentasi. Radiasi ini juga dapat menembus kaca dalam jumlah tertentu sehingga paparan tidak hanya terjadi di luar ruangan.
Berbeda dengan UVA, UVB memiliki panjang gelombang lebih pendek dan energi lebih tinggi. Radiasi UVB terutama memengaruhi lapisan luar kulit serta menjadi penyebab utama kulit terbakar.
“Selama ini saya kira sinar matahari hanya membuat kulit panas dan gelap,” ujar Indah, salah seorang pendengar SPADA. Ia mengaku baru mengetahui bahwa sinar matahari memiliki beberapa jenis dengan dampak berbeda.
UVB juga dapat menyebabkan kerusakan DNA pada sel kulit akibat paparan berlebihan. Kerusakan berulang dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker kulit.
Sementara itu, UVC memiliki panjang gelombang paling pendek dan energi sangat tinggi. UVC dari matahari sebagian besar diserap atmosfer sehingga tidak menjadi paparan permukaan dalam kondisi normal.
Selain ultraviolet, terdapat cahaya tampak yang dapat dilihat langsung oleh mata manusia. Bagian tertentu dari cahaya tampak, terutama spektrum biru, juga diteliti terkait pengaruhnya terhadap pigmentasi kulit.
Jenis lainnya adalah radiasi inframerah yang memiliki panjang gelombang lebih panjang daripada cahaya tampak. Radiasi ini tidak terlihat, tetapi energinya dapat dirasakan sebagai panas pada kulit.
Paparan inframerah berlebihan sedang diteliti karena dapat berkaitan dengan stres oksidatif dan proses penuaan kulit. Namun, dampaknya tidak dapat disamakan secara langsung dengan kerusakan akibat ultraviolet.
Pemahaman mengenai jenis radiasi matahari penting agar masyarakat dapat melakukan perlindungan secara tepat. Perlindungan dapat dilakukan menggunakan pakaian tertutup, mencari tempat teduh, dan memakai tabir surya berspektrum luas.
Dengan memahami perbedaan UVA, UVB, UVC, cahaya tampak, dan inframerah, masyarakat dapat lebih bijak menghadapi paparan matahari. Jadi, bukan berarti matahari harus dihindari, melainkan paparan berlebihan perlu diantisipasi dengan perlindungan yang tepat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....