Terjebak dalam Gelembung Digital, Mengenal Ancaman Filter Bubble di Media Sosial

  • 30 Jun 2026 17:18 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga – Pernah ga sih kamu merasa bahwa lini masa media sosial seolah dapat membaca isi pikiran dengan sangat tepat? Fenomena unik tersebut dikenal secara luas sebagai filter bubble atau gelembung penyaring di dunia internet.

Kondisi ini terjadi saat algoritma secara otomatis menyaring informasi berdasarkan rekam jejak aktivitas digital para penggunanya. Istilah sains ini pertama kali diperkenalkan oleh seorang penulis terkenal bernama Eli Pariser pada tahun 2011.

Melalui bukunya, Eli menjelaskan bahwa algoritma memang sengaja dirancang demi meningkatkan kenyamanan berselancar bagi masyarakat. Namun, sistem penyaringan ketat tersebut tanpa disadari juga berpotensi besar membatasi sudut pandang objektif seseorang.

Proses pembentukan gelembung digital ini bekerja secara sunyi dengan merekam setiap jenis interaksi yang kita lakukan. Mulai dari durasi menonton video hingga tanda suka yang kita berikan menjadi basis data platform.

Semakin sering kita berinteraksi dengan satu topik tertentu, maka variasi informasi lain akan semakin menyempit. Di satu sisi, teknologi cerdas ini sangat membantu mempercepat proses pencarian informasi yang sesuai kebutuhan.

Rekomendasi produk ataupun materi edukasi yang disodorkan juga menjadi jauh lebih relevan bagi setiap individu. Namun, kenyamanan semu ini menyimpan sebuah tantangan psikologis yang cukup besar bagi generasi muda.

Saat kita hanya menerima opini sepihak, ruang gema digital atau echo chamber akan terbentuk. Situasi tersebut sangat berisiko meningkatkan polarisasi tajam akibat masyarakat yang semakin sulit menerima perbedaan.

Lebih jauh lagi, kondisi gelembung informasi ini juga mempercepat laju penyebaran berita palsu atau hoaks. Seseorang cenderung mudah memercayai sebuah kebohongan karena informasi keliru tersebut terus muncul secara berulang.

Winda, seorang pendengar Pro 2 RRI Sibolga, berbagi pengalamannya di program siaran SPADA pada Selasa, 30 Juni 2026. Ia sempat merasa jenuh karena gawai miliknya terus menampilkan topik yang sama.

“Isi media sosial ku sempat terasa sangat membosankan, karena isinya hanya itu-itu saja,” ujar Winda. Setelah memahami cara kerja internet, kini ia sengaja melatih diri mencari informasi dari sumber berbeda.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....