saat Gen Z Menjadikan Musik Soundtrack Kehidupan Mereka
- 21 Jun 2026 17:20 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Setiap tanggal 21 Juni, dunia bersatu dalam harmoni untuk merayakan Hari Musik Sedunia (Fête de la Musique). Lahir pertama kali di Prancis pada tahun 1982, perayaan ini bertujuan untuk membawa musik ke ruang publik dan melepaskan segala sekat genre.
Bagi generasi Z, menikmati musik bukan lagi sekadar mendengarkan radio atau menghadiri konser konvensional, Gen Z telah mengubah musik menjadi bahasa universal yang menyatu dengan keseharian digital mereka.
Generasi yang tumbuh pada masa algoritma ini, musik bukan lagi sekadar hiburan di kala senggang. Musik adalah kurasi identitas. Lewat platform di media sosial mereka tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga pembuat tren (trendsetter).
Elvi Sarina, mahasiswa sekaligus konten kreator mengungkapkan pengalamannya dakam menikmati musik.
"Musik itu soundtrack dalam hidup kita secara terus memerus atau setiap waktu. Kita bikin playlist berdasarkan suasana hati yang super spesifik, misalnya playlist buat nangis tapi tetap harus estetik. Bagiku tidak sekat genre dalam menikmati musik jadi bebas buat nge-bland semua genre tanpa takut dibilang aneh," ujar Elvi dalam program Spada Pro2 RRI Sibolga. Minggu, 21 Juni 2026.
Hal yang paling menarik dari keterlibatan Gen Z dalam industri musik saat ini adalah hilangnya batasan genre (genre-fluid). Mereka bisa mendengarkan K-Pop, Indie Rock, hingga musik Pop Melayu dan Dangdut Koplo dalam satu playlist yang sama.
Selain itu, Gen Z punya andil besar dalam menaikkan kelas lagu-lagu lokal maupun lagu lawas. Berkat kekuatan viral di media sosial, lagu yang rilis puluhan tahun lalu bisa kembali menduduki puncak tangga lagu dalam hitungan hari.
Bagi Gen Z, musik adalah alat pemersatu yang paling ampuh di tengah dunia yang tidak pernah lepas dari perubahan. Selamat Hari Musik Sedunia! keberagaman nada yang menyatukan kita semua.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....