AI Percepat Transisi Energi atau Bebani Bumi?

  • 13 Mei 2026 14:20 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga — Kecerdasan Buatan (AI) kini bukan sekadar tren teknologi, melainkan motor penggerak industri global.

Namun, di balik kemampuannya mengoptimalkan jaringan listrik dan menemukan material baterai baru, AI menyimpan tantangan besar, konsumsi energi yang masif.

Laporan terbaru menunjukkan pusat data (data centers) yang melatih model AI raksasa membutuhkan daya listrik ribuan kali lipat lebih besar dibanding mesin pencari konvensional.

Hal ini memicu kekhawatiran global mengenai target emisi karbon, mengingat beban listrik dunia terus melonjak seiring adopsi teknologi ini.

Di sisi lain, AI menjadi pahlawan dalam efisiensi energi. Algoritma cerdas kini digunakan untuk memprediksi fluktuasi energi terbarukan seperti angin dan surya, memungkinkan integrasi yang lebih mulus ke dalam grid nasional.

Bagi Generasi Z (Gen Z), AI sebagai pengisi keseharian mereka. Namun, kesadaran akan dampak lingkungan mulai muncul di kalangan pengguna muda ini.

"Sebagai mahasiswa saya sering memakai AI untuk membantu mengerjakan riset dan tugas kuliah, saya merasa ini shortcut yang luar biasa buat produktivitas. Tapi jujur, aku juga kepikiran soal jejak karbonnya. Tiap kali kita minta AI generate sesuatu yang kompleks, itu kan butuh daya komputasi besar di server sana," ujar Putri, mahasiswa Tehnik Kimia Medan, dalam acara Spada Pro2 RRI Sibolga. Rabu, 13 Mei 2026.

Putri menambahkan perpaduan antara kecerdasan buatan dan teknologi berkelanjutan perlu dilakukan untuk menyelamatkan lingkungan .

"Harapan untuk kedepannya, perusahaan teknologi nggak cuma fokus buat AI makin pintar, tapi juga bikin AI yang 'hijau' atau hemat energi," lanjut Putri menutup obrolan.

Literasi AI bagi Gen Z saat ini seharusnya tidak hanya soal cara menggunakan prompt, tapi juga memahami etika lingkungan di baliknya.

Jika keduanya berjalan beriringan, teknologi ini bisa menjadi transisi untuk mencapai target energi bersih global di tahun 2050.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....