Mengubah Toxic Medsos Menjadi Ruang Aman
- 05 Mei 2026 22:20 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga – Generasi Z (Gen Z) kini mulai meninggalkan budaya kompetisi sosial dan beralih membangun ekosistem digital sebagai "Ruang Damai".
Bukan lagi soal berapa banyak likes yang didapat, tren media sosial saat ini bergeser ke arah kesehatan mental dan koneksi autentik.
Bagi Gen Z, algoritma bukan lagi tuan yang harus diikuti, melainkan alat yang harus dijinakkan.
Berdasarkan riset perilaku pengguna, generasi ini mulai melakukan "detoksifikasi" masal dengan cara memblokir kata kunci negatif dan menyaring lingkaran pertemanan mereka.
"Dulu kita merasa harus tahu segalanya (FOMO - Fear of Missing Out), tapi sekarang kita lebih menghargai hak untuk tidak tahu (JOMO—Joy of Missing Out)," ungkap Bongsu, pekerja fotografi dan aktif di bidang aksi sosial, pada acara Spada Pro2 RRI Sibolga. Selasa, 5 Mei 2026.
"Kalau ada konten yang bikin cemas atau debat kusir yang nggak perlu, langsung not interested atau block. Kita yang pegang kendali atas apa yang masuk ke pikiran kita." lanjut Bongsu.
| Baca juga: Orang Dewasa Demam RC Excavator |
Generasi Z lainnya yang juga pengguna media sosial menuturkan cara mereka menciptakan ruang damai tersebut.
"Aku sekarang menutup fitur komentar, capek pura-pura sempurna di internet. Kebebasan untuk jadi diri sendiri itu yang bikin damai, Aku nggak butuh divalidasi ribuan orang, cukup beberapa teman yang memang beneran peduli," tutur Lia.
Media sosial kini tak lagi dipandang sebagai panggung sandiwara, melainkan sebagai rumah kedua.
Dengan kejujuran, batasan yang sehat, dan empati sebagai fondasi utamanya, Gen Z sedang membuktikan bahwa dunia maya bisa menjadi tempat yang menenangkan untuk pulang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....